Wednesday, April 17, 2024
HomeDomestikBagaimana Prosedur Pramugari Bantu Penumpang Disabilitas di Pesawat?

Bagaimana Prosedur Pramugari Bantu Penumpang Disabilitas di Pesawat?

Penumpang disabilitas kerap kurang terlayani dengan maksimal, baik di moda transportasi darat, laut, maupun udara. Terkait moda transportasi udara, belum lama ini penumpang disabilitas bahkan gagal terbang bersama Garuda Indonesia lantaran kurangnya kualitas pelayanan. Sebetulnya, bagaimana prosedur pramugari atau kru kabin dalam melayani penumpang disabilitas?

Baca juga: IATA Tetapkan Standar Layanan Bagi Penyandang Disabilitas di Bandara

Jauh sebelum kru kabin melayani penumpang disabilitas, saat memesan tiket pesawat, maskapai biasanya akan meminta informasi bantuan khusus apa yang diperlukan penumpang disabilitas. Ini penting untuk maskapai.

Selain mempersiapkan kru untuk membantu penumpang berkebutuhan khusus, maskapai juga diatur untuk membatasi penumpang disabilitas di setiap penerbangan demi alasan keselamatan.

Dalam keadaan darurat, kru kabin harus menyelamatkan seluruh penumpang dalam waktu sesingkat-singkatnya. Karenanya, jumlah penumpang berkebutuhan khusus dibatasi maksimal 10 persen dari kapasitas untuk rute domestik, dalam hal ini rute domestik Indonesia. Untuk rute internasional, ini bisa sangat fleksibel, tergantung kebijakan masing-masing negara tempat maskapai bernaung.

Informasi penumpang berkebutuhan khusus saat pemesanan tiket juga dibutuhkan maskapai terkait penempatan kursi. Penumpang disabilitas biasanya akan ditempatkan di kursi prioritas dan dihindari dari baris kursi emergency. Tentu atas dasar keselamatan bersama, bukan bagian dari diskriminasi.

Dilansir Simple Flying, semua informasi pra penerbangan dari penumpang disabilitas akan diteruskan oleh maskapai ke bagian operasional sampai ke kru kabin.

Seperti biasanya, seluruh penumpang, termasuk penumpang disabilitas akan diberi informasi terkait prosedur keselamatan dalam keadaan darurat, seperti memakai sabuk pengaman, life jacket, cara menggunakan masker oksigen, letak pintu darurat dan toilet, serta cara memanggil atau meminta bantuan kru kabin.

Penumpang disabilitas juga dapat membaca penjelasan lengkap prosedur keselamatan saat terjadi keadaan darurat di airline safety card dengan huruf braille yang ada di seatback.

Lebih lanjut, penumpang berkebutuhan khusus atau penumpang disabilitas, dalam konteks penerbangan yang mendapat snack atau makanan berat, pramugari akan menjelaskan dan memberitahu apa dan dimana letak makanan. Prosedur ini tentu mengikuti penumpang disabilitas itu sendiri, baik itu tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, dan lainnya.

Terhadap penumpang tuna rungu, pramugari atau kru kabin biasanya akan berkomunikasi dengan catatan tertulis. Di sebagian maskapai, beberapa pramugari-nya bahkan bisa menggunakan bahasa isyarat sehingga sangat membantu penumpang tuna rungu.

Baca juga: Bandara Changi Luncurkan Program Ramah Disabilitas ‘Tersembunyi’

Penumpang tuna netra biasanya akan dilayani kru kabin dengan memaksimalkan audio dan sentuhan, seperti airline safety card dengan huruf braille yang ada di seatback untuk prosedur keselamatan, sistem hiburan dengan konten audio, dan lainnya. Bagi penumpang tuna netra, anjing yang memandunya juga diizinkan naik ke pesawat dan duduk di sebelahnya secara gratis.

Begitu juga dengan penumpang tuna wicara, tuna rungu, dan lainnya atau penumpang disabilitas secara keseluruhan, mereka diizinkan maskapai untuk membawa perlengkapan atau peralatan pribadi, seperti kursi roda, tongkat, dan lainnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru