Baggage Wrapping Bandara I Gusti Ngurah Rai Gunakan Plastik Ramah Lingkungan, Bagaimana dengan yang Lain?

Sumber: tribunnews.com

Mengingat segala sesuatunya kini sudah serba ramah lingkungan dan berkelanjutan, ternyata tidak hanya sektor transportasi saja yang mengaplikasikan hal ini, pun halnya dengan fasilitas pendukungnya – sebut saja baggage wrapping di bandara. Nah, kali ini ada PT Candi Agung Majapahit yang juga mengganti plastik biasa untuk membungkus bagasi para pelancong dengan plastik yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Luggage Wrapping di Bandara, Seberapa Besarkah Perannya Untuk Melindungi Koper Anda?

Ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen atas Peraturan Walikota Denpasar No.36/2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Peraturan Gubernur Bali No.97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai yang dikeluarkan akhir tahun 2018 lalu.

“Kami sudah dua bulan lebih menggunakan plastik ramah lingkungan ini. Bahan plastik ini sama dengan bahan plastik pada umumnya. Tapi, kami menambah bahan tertentu pada plastik yang kami gunakan sehingga plastik yang dihasilkan ramah lingkungan,” ungkap Direktur PT Candi Agung Majapahit Achmad Fauzi Sandi, dikutip dari laman tribunnews.com (2/4/2019).

Ia juga menambahkan bahwa dengan menambahkan bahan aditif ini akan mempercepat proses oksidasi dan biodegradasi plastik. Patut diketahui, PT Candi Agung Majapahit yang beroperasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sampai saat ini merupakan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan layanan pengemasan yang telah menggunakan plastik ramah lingkungan.

Namun, seperti yang sudah disinggung di atas, belum semua – atau bisa dibilang masih banyak jasa baggage wrapping yang menggunakan plastik biasa untuk membungkus barang bawaan para pelancong ini. Salah satunya yang masih menggunakan plastik konvensional adalah PT Diva Sinergi Adipradana yang beroperasi di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Menurut Manager Operasional PT Diva Sinergi Adipradana, Rendy Mardiansyah, penggunaan plastik ramah lingkungan membutuhkan biaya yang cukup besar mengingat harga dari plastik tersebut tidaklah murah.

“Sebenarnya yang menawarkan (plastik ramah lingkungan) sudah ada, namun ketika dihitung-hitung, penggunaan plastik ramah lingkungan ini akan berdampak pada melonjaknya harga yang kami tawarkan kepada pelanggan,” ujar Rendy kepada KabarPenumpang.com, Rabu (10/4/2019).

Baca Juga: Kini Tersedia Layanan Baggage Wrapping di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta

Kendati begitu, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk PT Diva Sinergi Adipradana untuk menggunakan plastik ramah lingkungan di masa yang akan datang.

“Mungkin kok, tapi tidak untuk dalam waktu dekat ini. Kami tunggu situasi di lapangan kondusif terlebih dahulu, apalagi kemarin Lion Air baru saja memberlakukan sistem bagasi berbayar. Nanti akan kami pertimbangkan kembali kapan tepatnya untuk menggunakan plastik ramah lingkungan ini.” tutupnya.