Saturday, May 18, 2024
HomeAnalisa AngkutanBandara Auckland Kebanjiran, Airbus A380 Emirates Terbang 13 Jam dari Dubai ke...

Bandara Auckland Kebanjiran, Airbus A380 Emirates Terbang 13 Jam dari Dubai ke Dubai

Banjir di Bandara Auckland yang berujung ditutupnya bandara tersebut selama 24 jam lebih memuat penerbangan kacau. Salah satunya Airbus A380 Emirates rute Dubai-Auckland. Pesawat itu diketahui berangkat pada Jumat waktu Dubai dan mendarat siang waktu Auckland. Tetapi, yang terjadi adalah, pesawat itu terbang 13 jam dari Dubai dan mendarat kembali di Dubai.

Baca juga: Eva Air Tawarkan Kencan Antar Penumpang ‘Jomblo’ Secara Acak di Udara, Tiket Ludes dalam Sekejap

Hujan deras terjadi sejak hari Kamis sore 26 Januari 2023 akibat curah hujan tinggi mengubah jalanan di banyak wilayah di Auckland dan seluruh Pulau Utara Selandia Baru menjadi sungai mulai keesokan harinya. Salah satu yang terdampak adalah Bandara Auckland.

Air di dalam terminal dikabarkan mencapai ketinggian 25 cm di seluruh terminal keberangkatan dan kedatangan, baik domestik maupun internasional. Bandara pun ditutup karena mulai tanggal 27 Januari sampai 28 Januari.

Tutupnya bandara mungkin tak begitu berarti untuk penerbangan yang baru akan dioperasikan, tetapi, bagi penerbangan yang sudah berjalan dan bandara ditutup saat pesawat sudah mengudara, tentu tak ada pilihan lain bagi pesawat kecuali return to base (RTB).

Sebetulnya maskapai mungkin saja mendarat di bandara lain yang menjadi homebase atau hub maskapai di luar negeri, tetapi tidak demikian dengan Emirates yang memilih kembali ke Dubai setelah terbang enam jam lebih.

Pantauan di FlightRadar24, pesawat Airbus A380 Emirates dengan nomor penerbangan EK448 rute Dubai-Auckland menjadi salah satu penerbangan terpanjang di dunia sejauh 14.200 km. Pesawat lepas landas dari Bandara Dubai pada pukul 10:30 pagi waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Bandara Auckland pada 11:20 siang.

Saat pesawat dengan nomor registrasi A6-EVL telah mencapai selatan pulau Sumatera, diputuskan RTB dan kembali ke Dubai. Pesawat akhirnya mendarat kembali di Dubai pada pukul 12:21 Sabtu dini hari. Berarti, pesawat A380 Emirates tersebut telah terbang 13 jam dari Dubai kembali ke Dubai non-stop tanpa mengisi bahan bakar. Ini mungkin terdengar nostalgia seperti penerbangan flight to nowhere.

Emirates sendiri tak menjelaskan kenapa maskapai memutuskan RTB ke Dubai alih-alih mendarat di bandara terdekat dari titik turn around.

Namun, menurut onemileatatime.com, meskipun terbang 13 jam hanya untuk kembali ke bandara asal terkesan boros, namun, itu adalah keputusan terbaik.

Emirates Dubai-Auckland flight EK448 diketahui mengangkut lebih dari 500 penumpang. Masalah pertama adalah, mendapatkan kamar hotel untuk penumpang di tempat atau negara yang belum biasa dilayani Emirates. Ini sulit direalisasikan.

Sudah begitu, masing-masing negara mempunyai aturan tersendiri terkait wisatawan internasional. Di balik itu, ada potensi penumpang ditolak imigrasi saat pengecekan di bandara. Ini lebih membuat penumpang tidak nyaman.

Belum lagi soal logistik dalam artian jumlah kru pengganti dan pesawat. Turut menjadi perhatian maskapai.

Baca juga: Ngeri! Airbus A380 Emirates Terbang 13 Jam dengan Kondisi Badan Pesawat Berlubang

Berbagai kendala di atas sudah pasti dapat ditangani Emirates dengan kembali ke Dubai dan pada akhirnya inilah yang terjadi sekalipun menyebalkan bagi penumpang.

Saat ini, Bandara Auckland, baik penerbangan domestik maupun internasional, sudah beroperasi normal atau dibuka kembali untuk melayani penerbangan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru