Bandara Internasional Tegel, Berlin: Terus Beroperasi Atau Berubah Jadi Pusat Bisnis

Sumber: wikipedia

Selain dikenal sebagai bandara internasional utama di Berlin, Bandara Tegel yang juga menjadi saksi sejarah dari Perang Dunia II selain Bandara Tempelhof. Dengan kata lain, bandara yang terletak 8 km di sebelah barat laut pusat kota Berlin ini sudah cukup berumur untuk dijadikan bandara internasional utama di kota yang memiliki jumlah jembatan lebih banyak dari Venesia ini.

Namun, dalam waktu dekat, bandara tersibuk keempat di Jerman ini akan dipensiunkan dari tugasnya dan digantikan oleh Berlin Brandenburg Airport. Di Berlin sendiri, tercatat ada empat bandara, dimana dua diantaranya masih beroperasi, yaitu Tegel dan Schönefeld. Lalu ada Berlin Brandenburg Airport yang masih dalam pembangunan, dan Tempelhof yang sudah dinon-aktifkan sejak tahun 2008 silam.

Baca Juga: Bandara Tempelhof, Megastruktur NAZI Yang Kini Jadi Taman Kota Besar di Berlin

Perdebatan mulai muncul ketika rencana tersebut mencuat ke permukaan. Sebagian orang seolah tidak rela Bandara Tegel digantikan perannya oleh Berlin Brandenburg Airport, sedangkan yang lainnya bahkan mengutuk Tegel karena dinilai terlalu berisik dalam pengoperasiannya. Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman Bloomberg.com (19/9/2017), seorang politikus lokal, Sebastian Czaja dengan lantang menolak perpindahan gelar bandara internasional utama di Berlin yang semula dipegang oleh Bandara Tegel.

Sebagai bentuk penolakannya, ia membuat referendum tidak terikat dengan mengeluarkan sebuah petisi yang berisikan pengumpulan 250.000 tanda tangan untuk menolak rencana tersebut. Kelompok Free Democrat yang berdiri di belakang Sebastian mengangkat perdebatan mengenai Bandara Tegel sebagai isu utama kampanyenya di Berlin, dengan jargon “Tegel-saver” yang terpampang di seluruh papan reklame di kota tersebut. Langkah berani ini ditempuh untuk menujukkan perlawanan terhadap proyek infrastruktur besar yang tengah dijalankan, yakni proyek pembangunan Berlin Brandenburg Airport yang tak kunjung usai sejak tahun 2011 silam.

Sementara itu, Greens yang diketahui sebagai rival dari Kelompok Free Democrat juga tidak mau kalah. Mereka memasang banyak poster yang berisikan kecaman terhadap Bandara Tegel yang dinilai menjadi salah satu sumber polusi suara di Berlin. Terlepas dari konteks perdebatan yang terjadi diantara kedua kubu tersebut, Berlin Brandenburg Airport atau yang umumnya dikenal dengan BER memang sempat melewati fase molor. Tidak tanggung-tanggung, sudah enam tahun pembangunan bandara tersebut tak kunjung rampung.

Baca Juga: Yasser Arafat International Airport, Saksi Bisu Kekejaman Militer Israel

Pembangunan bandara ini pertama kali dilakukan ditahun 2006 dan dicanangkan selesai pada tahun 2011 kemarin. Namun, banyak masalah yang ditemui dalam pembangunan bandara tersebut membuat target yang sudah ditetapkan di awal meleset. Lebih parahnya lagi, keterlambatan tersebut berdampak pada penggandaan nominal dana yang harus ditebus untuk menyelesaikan proyek itu, menjadi sekitar US$6 miliar. Tersiar kabar bahwa BER akan dibuka pada tahun 2019 mendatang, dan Bandara Tegel akan dijadikan Tech Business Park, dimana dapat dipastikan akan tumbuh puluhan gedung perkantoran dan apartemen di sana.

Sementara itu, Kanselir Angela Merkel, yang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat dalam pemilihan, mengatakan undang-undang yang berlaku saat ini mengharuskan Bandara Tegel ditutup sesaat setelah BER terbuka. “Itulah situasi hukum yang berlaku.” tukasnya dilansir dari laman yang sama.