Bandara King Abdulaziz Miliki Penanganan Bagasi Canggih Sepanjang 34,6 Kilometer

Bandara Internasional King Abdul Aziz Baru (gdnonline.com)

Kehilangan barang atau koper di bandara seringkali terjadi pada penumpang yang menyimpan tasnya di bagasi kargo. Biasanya kehilangan ini karena penumpang lain tak sengaja mengambil barang yang sama dengan punya Anda bahkan bisa saja salah masuk dalam penerbangan atau tidak dalam penerbangan yang sama dengan pemilik.

Baca juga: Kereta Cepat Nan Mewah Siap Layani Jamaah Haji dan Umroh di Rute Jeddah – Makkah

Namun, sebagai penumpang jangan panik jika barang hilang atau tertukar. Sebab dengan adanya layanan bagasi kalim, barang bisa kembali dengan selamat ke tangan Anda. Salah satu bandara yang memiliki penanganan bagasi klaim terbaik adalah Arab Saudi, khususnya di bandara King Abdulaziz, Jeddah.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman arabnews.com, ada beberapa curhatan penumpang yang didapati terkait kehilangan barang mereka di bandara Jeddah saat berkunjung ke Arab Saudi. Abdullah Omer, penumpang yang mengikhlaskan tasnya karena tidak menemukannya.

“Saya memang bila melakukan perjalanan tidak membawa apa-apa dengan saya di pesawat, tetapi waktu itu berbeda. Ternyata ada barang berharga di dalam tas dan mengingatnya ketika tiba di rumah. Saya tidak menghubungi maskapai karena yakin tas itu hilang,” ujar Omer.

Berbeda dengan Omer, Ola Hamed yang berangkat dari Yordania menuju Jeddah saat Umroh kehilangan tasnya dan panik karena tidak menemukannya saat menunggu di ban berjalan. Kemudian salah seorang anaknya yang bepergian dengan Hamed mengatakan untuk mengadukan kehilangan tersebut ke klaim bagasi.

Untungnya Hamed melaporkan kehilangan tasnya dan setelah dilacak, tas miliknya terbawa ke Nigeria secara tak sengaja. Sedangkan seorang pria Arab yang membeli jas di London untuk pernikahannya di Jeddah kehilangan tasnya.

“Saya membawa tas yang berisi jas pernikahan. Salah satu penumpang ternyata memiliki tas yang sama dengan saya dan mengambilnya. Tapi saya kemudian menyerahkan formulir kehilangan dan menuliskan apa saja yang ada di dalam tas itu dan untungnya di tas itu ada stiker yang berisikan nomor telepon saya. Satu jam kemudian saya mendapatkan telepon dari penumpang yang salah mengambil tas,” jelas Mohammed.

Reem Omer, petugas pelayanan pelanggan General Authority of Civil Aviation (GACA) mengatakan, dalam kasus kehilangan barang, penumpang sebaiknya secara pribadi memberitahukan dan menyerahkan formulir kehilangan ke bagasi klaim karena akan di bantu dalam pencariannya. GACA pada tahun 2017 pernah menulis di akun Twitter-nya, dimana jika bagasi telah rusak, hilang atau tertunda maka penumpang berhak mengkalim kompensasi.

Bandara King Abdulaziz atau King Abdulaziz International Airport (KAIA) baru akan dibuka pada Mei 2018, bandara baru ini menambahkan fitur penting untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi penumpang dan karyawan bandara lama. Bandara baru ini juga akan menjadi yang terbesar di dunia dan menjadi bandara tersibuk selama musim Haji.

Bandara baru tersebut diketahui memiliki menara observasi (ATC) setinggi 136 meter, salah satu yang tertinggi di dunia. Hal paling penting adalah akan adanya sistem penanganan bagasi penumpang canggih dengan panjang 34,6 km yang terhubung ke sistem keamanan multi-level terbaru.

Baca juga: Lebaran 2018: Garuda Indonesia Tingkatkan Kapasitas Penerbangan Hingga 8 Persen

KAIA dikenal dengan terminal Hajinya, yang khusus dibangun untuk jamaah Umroh yang setiap tahun ke Mekah dan dapat menangani 80 ribu penumpang dalam satu waktu. Bandara ini juga memiliki masjid yang dapat menampung tiga ribu jamaah dengan halaman luar untuk shalat seluas 2.450 meter persegi, di samping lantai atas sebagai area sholat wanita yang akan menampung sekitar 700 orang.