Wednesday, May 25, 2022
HomeAnalisa AngkutanBandara London Stansted, Bandara ‘Khusus’ untuk Pendaratan Pesawat yang Dibajak

Bandara London Stansted, Bandara ‘Khusus’ untuk Pendaratan Pesawat yang Dibajak

Ketika terjadi pembajakan pesawat, pilot memiliki serangkaian prosedur penanganan. Salah satunya ialah mendaratkan pesawat ke sebuah bandara yang sudah dikondisikan untuk melakukan langkah-langkah lebih lanjut. Nah, ketika sebuah pesawat dibajak di uudara London, pesawat akan diperintahkan mendarat di Bandara London Stansted. Mengapa demikian?

Baca juga: Fantastis! London Punya Enam Bandara Internasional

London Stansted adalah bandara ketiga tersibuk di London, berlokasi di tepi utara. Persisnya Stansted terletak di Stansted Mountfitched, distrik Uttlesford, Essex, jaraknya sekitar 48 km dari pusat kota London. Jika pembaca sering mendengar nama maskapai Ryanair, maskapai LCC tersebut menggunakan Bandara London Stansted sebagai basisnya.

Saat terjadi pembajakan pesawat, pertama-tama pilot akan menekan kode squawk atau identifikasi empat digit yang dikirim pilot dengan kode 7500 pada transponder yang akan memperingatkan Air Traffic Control (ATC).

Transponder sendiri adalah pemancar radio di kokpit yang terhubung dengan radar di darat yang dikendalikan Air Traffic Controller (ATC).

Setelah kode squawk 7500 sebagai tanda adanya bahaya atau ancaman pembajakan pesawat dikirim, pilot, direspon atau tidak oleh ATC, wajib mengarahkan pesawat ke bandara terdekat. ATC lantas mengosongkan seluruh jalur penerbangan di sekitar pesawat yang dibajak ini, termasuk runway di bandara agar pesawat bisa langsung mendarat tanpa menunggu.

Pada posisi ini, pilot juga diawajibkan untuk tetap fokus pada penerbangan dan kondisi di dalam kabin. Seperti diketahui bersama, pintu kokpit harus selalu dalam keadaan terkunci. Bila tidak, pintu kokpit bisa saja ditembus pembajak atau teroris.

Pintu kokpit modern setidaknya memiliki lima komponen utama, mulai dari pintu anti peluru dengan tambahan electronic triple bolt, lubang intip (peephole), kamera di kabin untuk memantau aktivitas penumpang dan kru, panel kontrol pintu kokpit dengan tiga mode (normal, lock, dan unlock), serta panel keyboard di area kabin dan telepon untuk komunikasi kru dengan pilot.

Baca juga: Minta Tebusan Rp20Juta dan Parasut, Inilah Kronologi Pembajakan Pesawat Pertama di Indonesia

Pintu kokpit bisa saja dibuka dari luar. Tetapi, setelah kode membuka pintu kokpit berhasil, itu bisa dibatalkan pilot sebelum 30 detik andai itu diakses oleh pembajak atau pramugari dengan intervensi dari pembajak.

Usai mendarat, tentu tugas pilot selesai. Ia bisa keluar pesawat dan melarikan diri melalui cockpit emergency hatch atau emergency sliding window, tergantung tipe pesawat. Selebihnya, petugas keamanan yang akan menangani.

Dalam konteks terjadinya pembajakan pesawat di London, ATC sudah pasti akan mengarahkan pesawat ke Bandara Lonson Stansted. Sebab, bandara ini memang sudah dipersiapkan untuk didarati pesawat yang dibajak. Ada berbagai pertimbangan yang mendasarinya.

Dilansir The Independent, alasan pertama adalah Bandara London Stansted karena lokasinya relatif jauh dari pusat kota London. Alasan kedua, traffic penerbangannya juga relatif rendah dibanding Bandara London Heathrow dan London Gatwick dan itu berarti dampaknya terhadap lalu lintas penerbangan lebih kecil.

Alasan ketiga adalah, Bandara London Stansted terletak cukup dekat dengan pangkalan RAF di Suffolk dan Lincolnshire untuk mengirim jet tempur dalam hitungan detik.

Alasan keempat, Bandara London Stansted juga memungkinkan untuk mengarahkan pesawat ke posisi yang jauh dari terminal, untuk kebutuhan negosiasi atau operasi pembebasan pesawat dari para pembajak oleh militer dan tim taktis.

Sejak ditetapkan sebagai bandara yang khusus menangani pembajakan, ancaman pembajakan, sabotase, atau mungkin ancaman bom, Bandara Stansted sudah sering melakukan latihan terkait hal itu.

Baca juga: Apa yang Dilakukan Pilot Jika Ada Ancaman Pembajakan di Pesawat? Berikut Ulasannya

Kejadian real juga kerap terjadi. Pada tahun 2020, telah terjadi dua kali ancaman pembajakan atau sabotase. Pertama terjadi pada bulan Juli melibatkan Boeing 737 Ryanair rute Krakow-Dublin. Ketika itu, pesawat mendapat ancaman bom.

Kedua terjadi pada bulan Agustus penerbangan dari Lauda ke Wina. Saat itu, ada paket mencurigakan di pesawat yang dikhawatirkan bom. Sejurus kemudian, jet tempur dikirim untuk mengawal.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular