Thursday, June 13, 2024
HomeAnalisa AngkutanBangun Taman Parit dan Bukit, Inilah Cara Bandara Schiphol Redam Suara Bising...

Bangun Taman Parit dan Bukit, Inilah Cara Bandara Schiphol Redam Suara Bising Jet Hingga 50 Persen

Sering menjadi pertanyaan, bagaimana warga yang tinggal di sekitar bandara dapat hidup nyaman, maklum, bising suara mesin jet dari pesawat yang lalu lalang menimbulkan suara yang memekakkan telinga. Meski ada yang menyatakan sudah terbiasa, namun, polusi suara mesin jet yang dialami terus-menerus dapat mengakibatkan stres dan gangguan psikologis dalam jangka panjang.

Baca juga: Redam Kebisingan, Bandara San Francisco Luncurkan Teknologi GBAS

Berangkat dari kasus di atas, Paul De Kort, desainer lanskap asal Negeri Kincir Angin, berhasil menciptakan solusi yang lumayan ampuh. Menghadapi keluhan dari warga ‘korban’ kebisingan di Bandara Schiphol, Amsterdam, yang notabene merupakan bandara keempat tersibuk di dunia, maka De Kort membuat parit dan bukit di sekitar landasan untuk mengurangi kebisingan akibat suara mesin jet.

Rancangan De Kort didasarkan pada temuan fisikawan dan musisi Jerman Ernst Chladni, yang dikenal sebagai bapak akustik, dimana landskap perbukitan yang dirancangnya dapat menyerap gelombang frekuensi rendah, termasuk mengurangi kebisingan hingga 50 persen.

Di sebelah barat daya Bandara Schiphol Amsterdam, tepat melewati tepi landasan pacu, ada serangkaian pagar dan parit yang ditata seperti berlian yang saling bertautan.

Ruang hijau seluas 80 hektar adalah Buitenschot Land Art Park. Parit dan punggungnya memiliki jalur sepeda dan lapangan olahraga, tetapi fitur rekreasi ini adalah bonus. Tujuan utamanya adalah untuk membelokkan kebisingan yang dihasilkan pesawat saat lepas landas dan mendarat.

Dari sejarahnya, orang-orang di lingkungan sekitar bandara mulai mengeluh tentang kebisingan, ketika landasan pacu Polderban, terpanjang dan terbaru di Schiphol, dibangun pada tahun 2003. Warga bisa mendengar hiruk pikuk lebih dari 18 mil jauhnya, dan tak henti-hentinya.

Kebisingan tanah sulit dikendalikan, karena cara perjalanannya. Gelombang suara tidak mudah dibelokkan oleh penghalang suara tradisional, seperti dinding beton yang Anda lihat di sisi jalan raya, karena frekuensi rendah, suara panjang gelombang melewati penghalang tunggal. Jadi bandara harus menemukan cara cerdas untuk mengalihkan kebisingan. Pada tahun 2008, mereka membawa Organisasi Penelitian Ilmiah Terapan Belanda untuk melakukan penelitian.

Lembaga penelitian menemukan bahwa pada musim gugur, setelah ladang di sekitarnya dibajak, tingkat kebisingan menurun secara signifikan. Alur petani, karena memiliki banyak punggungan untuk menyerap gelombang suara, membelokkan suara dan meredam kebisingan.

Baca juga: Atasi Dampak Kebisingan di Bandara, Bombardier Rilis Jet C Series

De Kort menggunakan GPS untuk membajak 150 alur yang lurus sempurna dan simetris dengan bubungan setinggi enam kaki di antaranya. Di lembah, ia membangun taman mini dan jalur sepeda. Ia juga memasukkan karya seni yang mengacu pada sejarah proyek, seperti “Listening Ear”, sebuah piringan parabola yang cukup besar untuk berdiri. Patung itu memperkuat suara sekitar, mengacu pada tujuan taman untuk membelokkan kebisingan itu.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru