Baru Sebulan Beroperasi di NTT, KMP Jatra 1 Tenggelam Akibat Gelombang Tinggi

0
KMP Jatra 1 (ntt.siberindo.co)

Badai Siklon Tropis Seroja yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4 April kemarin, menyebabkan banjir bandang dan membuat moda transportasi baik darat, laut maupun udara sempat berhenti beroperasi. Bahkan salah satu kapal yang baru diresmikan dan beroperasi pada Maret kemarin harus karam dan tenggalam.

Baca juga: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Nyata dan Bukan Hanya Karangan Buya Hamka

Kapal ini adalah kapal motor penumpang (KMP) Jatra 1 yang dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, pada kejadian itu, semua kru dalam keadaan selamat karena berada di darat.

Kemudian pihak ASDP melakukan koordinasi dengan regulator untuk melakukan evakuasi kapal sembari menunggu kondisi cuaca membaik.

“Sejak Sabtu, 2 April, layanan operasional penyeberangan di Pelabuhan Bolok, Kupang ditutup karena cuaca ekstrem,” kata Shelvy.

Dia juga mengatakan, kapal Jatra 1 ini pun sejak akhir pekan lalu tidak bisa bergerak dari Dermaga 2 Pelabuhan Bolok di Kupang karena terjebak badai. Saat terjebak itulah KMP Jatra 1 mengalami benturan karena tingginya gelombang air laut yang akhirnya menimbulkan kebocoran hingga air masuk kapal.

Kemudian posisi kapal dalam keadaan miring di dermaga dengan kondisi generator kapal mati. Selain KMP Jatra 1, KMP Namparnos juga sempat hanyut terbawa arus laut dan terdampar di Pulau Kambing yang mana sebelumnya kapal ini berlabuh di Pulau Semau.

Dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KMP Jatra 1 memiliki bobot 3.871 gross tonnage dan dioperasik ASDP NTT sejak 10 Maret 2021. Ini merupakan kapal terbesar yang dimiliki ASDP Kupang dengan panjang 88,7 meter, lebar 15,6 meter dan tinggi cardeck empat meter.

Baca juga: Tragedi Kapal Ferry Nankai Maru, Tenggelam Tanpa Sebab Pasti dan Tewaskan 167 Orang

KMP Jatra 1 mampu mengangkut 770 penumpang, 100 unit sepeda motor dan 84 mobil. Kapal ini melayani penyeberangan Rote, Larantuka (Flores Timur) dan Kalabahi (Alor). Kapal ini buatan tahun 1980.

Berdasarkan Surat Edaran ME.01.02/PDR/O7/KTUG/IV-2021 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kupang, keadaan pasang surut air laut, gelombang tinggi, dan curah hujan tinggi, mengakibatkan layanan operasional penyeberangan di Pelabuhan Kupang ditutup sementara. Penutupan dilakukan otoritas setempat hingga situasi kondusif.

Leave a Reply