Baterai Rokok Elektrik Terbakar, American Airlines Bakal Laporkan ke FAA

Sumber: Istimewa

Maskapai asal negara Adikuasa, American Airlines kembali menuai sorotan publik. Alih-alih membuat awak kabinnya membuat onar, kabin dari maskapai ini dikabarkan terbakar tak lama setelah mendarat di Bandara Internasional O’Hare, Chicago, Jumat (4/1/2019). Beruntung, keseluruhan penumpang dan awak kabin dari maskapai dengan nomor penerbangan AA168 yang bertolak dari Las Vegas ini dikabarkan selamat tanpa ada satupun yang mengalami cidera.

Baca Juga: Meski Membosankan, Demo Keselamatan Penerbangan Jangan Dilupakan!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thepointsguy.com (6/1/2019), adapun penyebab dari kebakaran ringan di dalam kabin maskapai ini berasal dari baterai e-cigarette (rokok elektrik) milik salah seorang penumpang. Menurut salah satu juru bicara dari American Airlines, terbakarnya e-cigarette ini dilatarbelakangi oleh proses “thermal runway event”. Sederhananya, ‘thermal runway event” adalah kondisi dimana temperatur mengalami peningkatan. Ketika suhu meningkat, maka ini akan menyulut e-cigarette untuk meledak lalu terbakar.

Seketika melihat ada percikan api, awak kabin dengan sigap langsung memadamkannya guna menghindari insiden tambahan dan penumpang yang mengalami cidera. Pesawatpun bisa tetap melakukan taxi menuju terminal tanpa terganggu insiden ringan ini – dan penumpang dapat turun tanpa masalah.

Menanggapi insiden ini, juru bicara dari American Airlines memuji langkah cepat tanggap yang dilakukan oleh awak kabin tersebut. “Kami berterima kasih kepada awak kabin kami yang sudah mengaplikasikan respon cepat tanggap yang telah dipelajari sebelumnya untuk memastikan para penumpang tetap aman,”

“Mereka (awak kabin) telah dilatih untuk menangani kebakaran ringan yang disebabkan oleh baterai berenergi tinggi. Sebagai bagian dari manajemen keselamatan dan mitigasi risiko, kami selalu mengevaluasi cara-cara tambahan untuk meningkatkan prosedur yang ada untuk memastikan keselamatan penumpang yang berada di dalam kabin,” tuturnya.

Baca Juga: Berakibat Buruk Saat Penerbangan,14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele

Sebagai tindak lanjut, pihak American Airlines akan melaporkan insiden ini kepada Federal Aviation Administration (FAA). Jika merujuk pada peraturan penerbangan di Amerika sendiri, membawa e-cigarette ke dalam kabin (hand luggage) sendiri bukanlah satu hal yang dilarang, namun tidak untuk digunakan dan e-cigarette harus berada dalam kondisi non-aktif.

Sebenarnya, e-cigarette sudah dilarang untuk masuk ke dalam bagasi sejak tahun 2016 silam, pun dengan melakukan pengisian daya e-cigarette di dalam kabin. Larangan ini mulai diberlakukan sejak adanya beberapa insiden kebakaran kecil yang menganggu penerbangan.