Bawa Sepeda Besar, Penumpang MRT Singapura Viral di TikTok

0
sepeda besar digantung pada pegangan MRT (mothership.sg)

Sudah umum ketika melihat orang membawa sepeda lipat atau perangkat mobilitas pribadi atau PMD ke dalam kereta MRT (Mass Rapid Transit). Apalagi bisa dikatakan alat transportasi ini masih masuk dalam ukuran yang ditetapkan oleh operator MRT. Namun bagaimana jika sebuah sepeda besar digantung di pegangan tangan dalam kabin MRT? Sepeda besar yang menggantung tersebut dibagikan dalam sebuah video di TikTok pada Rabu, (16/12/2020).

Baca juga: Viral di TikTok Pramugari Umbar Fakta Penghasilan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (16/12/2020), diduga sepeda ini milik seorang pria dan juga terlihat memarahi penumpang lain di kabinnya. Video sepeda ini berdurasi 30 detik memperlihatkan sepeda dilipat dan tergantung di tiang yang biasanya digunakan penumpang yang berdiri selama perjalanan.

Menurut pedoman SMRT (Singapore MRT), sepeda yang tidak dapat dilipat tidak diperbolehkan di kereta mereka. SMRT juga mengatakan, sepeda lipat dan PMD, diperbolehkan, jika sesuai dengan batas ukuran yang ditentukan, 120 cm x 70 cm x 40 cm saat dilipat.

Seorang pria mengenakan pakaian longgar dan bandana ungu terlihat berdiri di dekatnya, dengan lengan bertumpu pada tiang pegangan lainnya. Untuk beberapa alasan, pria itu tampak sangat gelisah dan terdengar membuat komentar marah di komuter lain.

Sebuah pesan yang ditampilkan di papan nama elektronik menunjukkan bahwa insiden itu terjadi di kereta menuju stasiun Jurong East. Kemudian kejadian pihak SMRT langsung mengeluarkan pernyataan tentang kejadian tersebut di Facebook pada Kamis, (17/12/2020) malam.

Menurut operator transportasi, seorang pria komuter mengabaikan saran dari staf SMRT yang ditempatkan di MRT Woodlands dan “memaksa jalan” di atas kereta dengan sepeda non-lipatnya. Kejadian ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.10 pada Selasa, (15/12/2020).

Dia kemudian pindah ke kereta lain di stasiun Jurong East dan akhirnya turun di stasiun Pioneer sekitar 40 menit kemudian. SMRT telah mengidentifikasi komuter dan mengajukan laporan polisi.

Mereka juga mengambil kesempatan untuk mengingatkan penumpang agar mematuhi peraturan kereta api yang ada tentang sepeda lipat dan PMD. Semoga polisi menanggapi insiden ini dengan serius. Meskipun masih belum jelas mengapa komuter pria muncul terpicu dalam video tersebut, membawa sepeda ukuran penuh ke dalam kereta jelas merupakan pelanggaran terhadap aturan SMRT.

Baca juga: Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat dan Unggah Video ke TikTok

“Menggantungnya di tiang pegangan juga bisa berbahaya bagi penumpang yang duduk di dekatnya. Kami berharap polisi akan memandang serius pelanggaran ini sebagai pencegahan bagi penumpang lain,” ujar pihak SMRT.

Leave a Reply