Elegan. Mungkin itulah kata yang diberikan untuk kereta wisata yang jadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Ya, Kereta Api (KA) Wisata Jaka Lalana akhirnya ‘keluar kandang’ untuk lakukan uji coba. Rangkaian ini digadang-gadang akan digunakan pada 14 Desember 2025 mendatang sebagai kereta wisata dengan rute Stasiun Gambir hingga Stasiun Cianjur pulang pergi.
Ya, rangkaian dengan livery warna hijau bertuliskan ‘Haritage Class’ ini merupakan rangkaian baru hasil karya Balai Yasa Manggarai di uji coba pada hari ini, Rabu 10 Desember 2025. Rangkaian uji coba kereta wisata ini terdiri dari lokomotif – 2 unit kereta Djoko Kendil – 2 unit kereta kelas eksekutif 1 kereta makan – 1 kereta pembangkit.

Uji coba ini dari Stasiun Manggarai menuju ke jalur selatan. Dimana jalur tersebut yang akan beroperasi sebagai kereta wisata ini. Keberangkatan dari Stasiun Manggarai pukul 11.30 WIB melewati berbagai stasiun besar sepeti: Bogor, Sukabumi dan berakhir di Stasiun Cianjur.
Adapun saat tiba di Stasiun Bogor berhenti cukup lama. Selain pengecekan rangkaian, uji coba kereta wisata ini menunggu keberangkatan rangkaian KA Pangrango (rute Bogor Paledang – Sukabumi). Karena kecepatan setelah Stasiun Bogor hanya dibatasi hingga 50 – 60 km/jam tergantung jalur yang memiliki wilayah yang ekstrem.
Melihat rangkaian yang memiliki corak livery heritage sangat sesuai dengan jalur yang dilewati. Selain pemandangan yang menawan, jalur Bogor – Cianjur pun merupakan jalur legendaris yang merupakan jalur tertua yang menghubungkan antara Jakarta – Bandung. Jalur kereta tertua ini pun terlihat saat melewati Terowongan Lampegan yang berada di jalur yang sama. Terowongan tersebut dibangun pada 1879 – 1882.
Uji coba memang memakan waktu cukup lama, karena hampir semua stasiun disinggahi kereta ini. Masing-masing stasiun berhenti sekitar 2 menit untuk pengecekan rangkaian. Selain itu, dipilihnya jalur Bogor – Cianjur karena bisa menguji coba pengereman saat melewati tanjakan maupun turunan. Adapun jalur-jalur yang terkenal ekstrem salah satunya di kilometer 77 antara Stasiun Lampegan dengan Stasiun Cibeber.
Uji coba KA Wisata Jaka Lalana merupakan angin segar untuk masyarakat yang ingin menambah pengalaman baru sensasi kenyamanan saat menggunakannya. Ditambah interior kereta ini menawarkan suasana heritage yang bisa dinikmati masyarakat dengan pelayanan yang lebih memuaskan.
Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng
