Beginilah Kondisi Pramugari Thomas Cook yang Patah Kaki Akibat Turbulensi

0
Eden Garrity

Anda masih ingat dengan kasus seorang awak kabin yang mengalami patah tulang pasca pesawat yang ia tumpangi mengalami turbulensi? Ya, baru-baru ini terungkap siapa awak kabin yang ada di balik insiden mengerikan ini. Adalah Eden Garrity, seorang pramugari yang terdampak turbulensi hebat tersebut. Saking hebat dampak dari turbulensi ini, Eden tidak hanya mengalami patah tulang saja, melainkan sempat juga tak sadarkan diri tak lama setelah ia terjatuh.

Baca Juga: Terdampak Turbulensi, Pramugari dengan Sepatu Hak Tinggi Alami Patah Tulang!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (5/1), Eden kala itu tengah bertugas di rute penerbangan Kuba menuju Manchester pada tanggal 2 Agustus 2019 kemarin. Eden mengaku, pesawat mengalami turbulensi ketika berada di ketinggian sekitar 500 kaki, dan itu terjadi hanya dalam hitungan detik saja – beberapa detik yang mengerikan bagi seisi kabin, terlebih Eden.

“Itu amat sangat mengerikan,” kenang Eden.

“Kaki saya ‘terkunci’ di lantai kabin dan pergelangan kaki saya patah. Awalnya saya tidak menyadari kejadian ini (pergelangan kaki yang patah), namun ketika saya berusaha untuk bangun dan berjalan, di situ saya langsung pingsan,” sambungnya.

Kondisi Eden ketika mendapatkan penanganan medis di pesawat. Sumber: foxnews.com

Ketika pesawat Airbus A330-200 yang dioperasikan oleh maskapai Thomas Cook ini masuk ke ‘zona turbulensi’, pilot langsung mengumumkan kepada penumpang dan awak kabin bahwasanya pesawat baru saja masuk ke dalam kepulan awan hitam yang sangat pekat, “sampai-sampai Anda tidak bisa melihat apa-apa di sekeliling,”

“Sejauh ini, inilah turbulensi terburuk yang pernah saya alami, baik itu ketika bertugas atau menjadi seorang penumpang,” tambah Eden.

Kondisi kaki Eden yang harus dipasang alat penunjang kesehatan. Sumber: Foxnews.com

Menyinggung dampak dari turbulensi yang menimpa Eden, bagian kaki Eden yang bernama fibula ‘terpecah’ menjadi lima bagian dan bagian lainnya yang bernama tibia juga mengalami patah. Ditambah lagi bagian sisi kaki dan engkel Eden mengalami retak.

Baca Juga: Peneliti Buktikan Bahwa Guncangan Akibat Turbulensi Bisa Diredam!

Eden harus menahan kesakitan yang luar biasa sampai pesawat mendarat. Setibanya di darat, ia langsung dilarikan menuju rumah sakit dan menjalani tindakan medis. Eden langsung menjalani operasi dan dipasang penopang berbahan logam untuk bisa memulihkan kondisi kakinya tersebut. Setidak-tidaknya, Dokter memvonis Eden tidak bisa berjalan selama kurang lebih dua bulan untuk penyembuhan.

Sialnya lagi, maskapai Thomas Cook sudah dinyatakan bangkut, dan nasib Eden kini terombang-ambing tanpa kejelasan.

Leave a Reply