Beihang BZK-005, Inilah Alasan Garuda Indonesia Pilih Drone Kargo Buatan Cina

4
Sumber: Istimewa

Jika tiada aral melintang, pada Januari 2020, Garuda Indonesia akan memulai fase uji coba drone kargo BZK-005 besutan Beihang, Cina. Dalam periode tiga bulan, hingga Maret 2020, rencananya dua unit drone BZK-005 bakal didatangkan dari Cina untuk fase uji coba, yang kabarnya akan mengambil lokasi di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.

Baca juga: Fokus di Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, Inilah Tantangan Operasional Drone Kargo Garuda Indonesia

Bagi sebagian orang, muncul pertanyaan, mengapa Garuda Indonesia justru mengakuisisi drone dari Cina? Kepada KabarPenumpang.com, Direktur Kargo dan Pengembangan Garuda Indonesia Muhammad Iqbal dalam diskusi Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) menjelaskan, bahwa sejatinya ada tiga negara yang menjadi survei dan pertimbangan dalam proses akuisisi drone kargo.

“Pertama adalah Amerika Serikat (AS), namun AS tidak memberikan akses atas rencana akuisisi drone jenis ini. Kemudian ada Israel, meski teknologi Israel sangat maju, namun membeli drone dari Israel jelas dapat memicu masalah di dalam negeri. Dan pilihan lantas jatuh kepada Cina, yang memang sudah tergolong maju dalam adopsi teknologi drone,” ujar Muhammad Iqbal yang hari ini (22/10/2019) menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Menata Drone di Langit Pertiwi: Potensi dan Penerapannya sebagai Angkutan Logistik Udara Nasional” di Jakarta.

Harbin BZK-005. Sumber: Wikipedia

Iqbal menambahkan, sampai saat ini drone (kargo) belum ada yang mencapai tahapan komersial penuh, semua yang beredar di luar negeri juga masih berstatus uji coba. Pun begitu halnya dengan BZK-005 yang masih dalam status menanti sertifikasi dari Civil Aviation Administration of China (CAAC). Untuk itu, uji coba pada Januari 2020 di Aceh juga akan melibatkan asistensi penuh dari pihak manufaktur.

Menurut rencana, implementasi komersial drone kargo BZK-005 akan dimulai pada tahun 2021. Selain sertifikasi kelayakan dari CAAC, sudah barang tentu juga dibutuhkan sertifikasi serupa dari otoritas penerbangan di Indonesia.

Dalam roadmap-nya, Iqbal menjelaskan Garuda Indonesia akan mendatangkan 100 unit drone kargo BZK-005 dan 50 unit drone kargo VTOL (Vertical Take-Off Landing). “Khusus untuk pesanan BZK-005, kami sudah melakukan pembicaraan dengan pihak PT Dirgantara Indonesia, dimana besar harapan nantinya drone ini dapat diproduksi di dalam negeri,” tambah Iqbal.

Dengan beroperasinya drone kargo, Garuda Indonesia memastikan biaya jasa kargo nantinya dapat turun hingga 30 persen. Dalam fase uji coba di Januari 2020, drone BZK-005 akan membawa payload seberat 500 kg, sementara kapasitas kargo maksimal yang dapat digotong mencapai 1.200 kg.

Baca juga: ‘Belanja’ ke Cina, Garuda Indonesia Datangkan Drone Untuk Angkutan Kargo

Di Cina sendiri, BZK-005 sudah berstatus operasional, namun bukan sebagai drone kargo, melainkan sebagai drone intai militer. Bahkan militer Cina mengerahkan drone jenis ini untuk meronda di kawasan Laut Cina Selatan.

Dari spesifikasi, BZK-005 mampu terbang dengan jarak maksimal hingga 1.200 km pada ketinggian 5.000 meter. Adapun, waktu terbang maksimal selama 4–5 jam dengan kecepatan hingga 300 km per jam. Pihak Garuda Indonesia berargumen, BZK-005 hanya butuh panjang landasan 600 meter dan dapat beroperasi di landasan rumput sekalipun.

4 COMMENTS

  1. Garuda Indonesia Pilih Drone Kargo Buatan Cina

    Resume ini berisi jawaban mengapa Garuda Indonesia memilih drone kargo BZK-005 BESUTAN BEIHANG BUATAN CHINA. Januari 2020, Garuda Indonesia akan memulai fase uji coba drone kargo BZK-005 besutan Beihang, Cina. Direktur Kargo dan Pengembangan Garuda Indonesia Muhammad Iqbal dalam diskusi Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) menjelaskan, bahwa sejatinya ada tiga negara yang menjadi survei dan pertimbangan dalam proses akuisisi drone kargo.Dengan beroperasinya drone kargo, Garuda Indonesia memastikan biaya jasa kargo nantinya dapat turun hingga 30 persen. Dalam fase uji coba di Januari 2020, drone BZK-005 akan membawa payload seberat 500 kg, sementara kapasitas kargo maksimal yang dapat digotong mencapai 1.200 kg. Karena ini lah Garuda Indonesia memilih untuk menggunakan drone kargo dari China karena dapat menurunkan biaya jasa kargo hingga 30%

    Dan spesifikasi, BZK-005 mampu terbang dengan jarak maksimal hingga 1.200 km pada ketinggian 5.000 meter. Adapun, waktu terbang maksimal selama 4–5 jam dengan kecepatan hingga 300 km per jam. Pihak Garuda Indonesia berargumen, BZK-005 hanya butuh panjang landasan 600 meter dan dapat beroperasi di landasan rumput sekalipun. Dan itulah mengapa Garuda Indonesia sampai memilih drone cargo buatan China agar menjadi inovasi agar menurunkan biaya jasa kargo.

  2. Resume ini berisi jawaban dari pertanyaan “Mengapa Garuda Indonesia memilih drone kargo BZK-005 besutan Beihang,Cina?”. Karena,pada Januari 2020 hingga Maret 2020 rencananya dua unit drone BZK-005 bakal didatangkan dari Cina untuk fase uji coba, yang kabarnya akan mengambil lokasi di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Direktur Kargo dan Pengembangan Garuda Indonesia Muhammad Iqbal dalam diskusi Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) menjelaskan, bahwa sejatinya ada tiga negara yang menjadi survei dan pertimbangan dalam proses akuisisi drone kargo. Menurut rencana, implementasi komersial drone kargo BZK-005 akan dimulai pada tahun 2021. Selain sertifikasi kelayakan dari CAAC, sudah barang tentu juga dibutuhkan sertifikasi serupa dari otoritas penerbangan di Indonesia. Dalam roadmap-nya, Iqbal menjelaskan Garuda Indonesia akan mendatangkan 100 unit drone kargo BZK-005 dan 50 unit drone kargo VTOL (Vertical Take-Off Landing). Dengan beroperasinya drone kargo, Garuda Indonesia memastikan biaya jasa kargo nantinya dapat turun hingga 30 persen. Dari spesifikasi, BZK-005 mampu terbang dengan jarak maksimal hingga 1.200 km pada ketinggian 5.000 meter. Adapun, waktu terbang maksimal selama 4–5 jam dengan kecepatan hingga 300 km per jam. Pihak Garuda Indonesia berargumen, BZK-005 hanya butuh panjang landasan 600 meter dan dapat beroperasi di landasan rumput sekalipun.

  3. Resume ini berisi jawaban dari pertanyaan “Mengapa Garuda Indonesia memilih drone kargo BZK-005 besutan Beihang,Cina?”. Karena,pada Januari 2020 hingga Maret 2020 rencananya dua unit drone BZK-005 bakal didatangkan dari Cina untuk fase uji coba, yang kabarnya akan mengambil lokasi di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Muhammad Iqbal selaku Direktur Kargo dan Pengembangan Garuda Indonesia dalam diskusi Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) menjelaskan, bahwa ada tiga negara yang menjadi survei dan pertimbangan dalam proses akuisisi drone kargo. Menurut rencananya, implementasi komersial drone kargo BZK-005 akan dimulai pada tahun 2021. Selain sertifikasi kelayakan dari CAAC, barang tentu juga dibutuhkan sertifikasi serupa dari otoritas penerbangan di Indonesia. Dalam roadmap-nya, Iqbal menjelaskan Garuda Indonesia akan mendatangkan 100 unit drone kargo BZK-005 dan 50 unit drone kargo VTOL (Vertical Take-Off Landing). Dengan beroperasinya drone kargo, Garuda Indonesia memastikan biaya jasa kargo nantinya dapat turun hingga 30 persen. Dari spesifikasi, BZK-005 mampu terbang dengan jarak maksimal hingga 1.200 km pada ketinggian 5.000 meter. Adapun, waktu terbang maksimal selama 4–5 jam dengan kecepatan hingga 300 km per jam. Pihak Garuda Indonesia berargumen, BZK-005 hanya butuh panjang landasan 600 meter dan dapat beroperasi di landasan rumput sekalipun.

Leave a Reply