Belajar dari Ebola, Maskapai Afrika Ini Lebih Siap Hadapi Covid-19

0
Africa World Airlines dinilai lebih siap menghadapi virus Corona karena telah pengalaman dalam menangani wabah Ebola di Afrika Barat. Foto: Africa World Airlines

Industri penerbangan kalang kabut menghadapi serangan virus Corona. Bukan hanya pendapatan, dari segi penanganan atau menyikapi wabah tersebut, maskapai penerbangan juga dibuat kalap. Alhasil, tak sedikit maskapai di seluruh dunia yang cenderung telat dalam melakukan pencegahan.

Baca juga: Emirates Jadi Maskapai Pertama Lakukan Rapid Test Corona ke Seluruh Penumpang

Sederhananya, kalau maskapai penerbangan -termasuk bandara- berhasil melakukan langkah-langkah terkait protokol kesehatan dengan cepat dan tepat, bukan tak mungkin sebaran virus Corona di dunia tak sampai separah seperti sekarang ini.

Meski demikian, terdapat beberapa maskapai yang bisa dibilang tanggap dalam menghadapi virus Corona; salah satunya Africa World Airlines (AWA).

Dilansir Simple Flying, AWA memang tak salah bila disebut sebagai salah satu maskapai yang siap dalam menangani Covid-19. Disebutkan, jauh sebelum virus yang diduga berasal dari Wuhan, Cina, itu menjangkiti dunia, maskapai itu sudah melakukan simulasi menghadapi wabah.

Terlebih, simulasi itu bukan dilakukan dengan mata tertutup, melainkan atas dasar pengalaman maskapai asal Ghana itu dalam menghadapi wabah Ebola yang pernah menyebar luas di Afrika Barat sekitar enam tahun lalu.

“Persiapan AWA untuk pandemi sudah ada sejak jauh sebelum Covid-19. Pelajaran dipetik dari wabah Ebola Afrika Barat pada 2014-15 dan memang, Ghana Airports Company Limited melakukan latihan simulasi respons pandemi skala penuh pada Desember 2018 sebagai bagian dari kesiapsiagaan rutin, dimana AWA mengerahkan pesawat dan awak,” kata mantan COO AWA, Sean Mendis.

“Risiko pandemi, apakah Covid atau yang lainnya, adalah kenyataan yang konstan tidak hanya untuk AWA tetapi untuk semua operator di wilayah tersebut. Saya telah mengatakan berkali-kali bahwa maskapai penerbangan Afrika mana pun yang tidak memiliki semacam rencana kesiapsiagaan pandemi sebelum Covid mungkin berhak keluar dari bisnis (bangkrut) karena kelalaian semata,” tambahnya.

Latihan kesiapsiagaan AWA terhadap wabah pun diuji tatkala virus Corona menyebar dengan cepat di penghujung 2019. Tanpa menunggu lebih jauh arahan WHO dan IATA, Africa World Airlines mengaku sudah mulai melakukan pra-screening atau program penyaringan, dengan mengidentifikasi jejak perjalanan penumpang apakah pernah berada di hotspot virus Corona (seperti di Italia dan Cina) atau tidak, pada Januari 2020. Itu AWA lakukan saat maskapai lain tengah pusing mencari cara terbaik menangani virus Corona.

Selain itu, maskapai tersebut juga sudah mulai mendatangkan APD lengkap, seperti hazmat, sarung tangan, disinfektan, masker, dan hand sanitizer. Upaya AWA juga didukung penuh oleh otoritas kesehatan setempat, dengan melakukan kontak tracing dan serta memasang thermal screening di bandara pada gate kedatangan internasional.

Baca juga: Meski Didera Badai Covid-19, Inilah Empat Maskapai Anti Bangkrut! Semuanya dari Asia

Di bulan Februari, AWA sudah mulai mewajibkan seluruh penumpang menggunakan hand sanitizer saat boarding. Memasuki bulan Maret, AWA mewajibkan penumpang menggunakan masker.

Meskipun sempat stop operasi sementara di bulan April, menginjak bulan Mei, maskapai kembali terbang tanpa melayani penerbangan internasional. Sambil menunggu momen itu datang (memulai kembali penerbangan internasional) pada bulan September lalu, AWA terus mengkampanyekan penerbangan aman dari virus, dengan tagline “Fly Safe, Fly Confident!” yang menampilkan contoh-contoh penerapan protokol kesehatan oleh garda terdepan perusahaan, sambil terus melayani penerbangan domestik dan kargo.

Leave a Reply