Belakangan Pesawat Kerap Bermasalah pada Roda Pendarat, Ada Apa?

1
Ilustrasi ketebalan runway. Foto: wiseGEEK

Jumat, 28 Februari lalu, maskapai Pakistan International Airlines (PIA) memutuskan untuk balik kanan atau return to base saat baru lepas landas dari Bandara Internasional Dubai dalam perjalanan menuju Lahore, Pakistan. Setelah mendarat, diketahui, pesawat memiliki masalah dengan bagian pintu landing gear yang tak mau menutup.

Baca juga: Mendebarkan! Pesawat Ini Landing Tanpa Roda

Dilansir laman simpleflying.com, Senin, (3/3), menurut The Aviation Herald, saat itu, pesawat Airbus A320 dengan nomor registrasi AP-BLU tersebut awalnya dikonfirmasi terbang dengan mulus di Dubai. Kemudian 20 menit setelah lepas landas, pesawat mempertahankan ketinggian di angka 4.000 kaki karena terindikasi adanya masalah pada landing gear doors yang tak mau menutup.

Usai mendarat, pesawat dengan nomor penerbangan PK204 tersebut akhirnya tertahan lama di apron bandara, sekitar enam jam, untuk menjalani pengecekan. Terlepas dari perawatan dan perbaikan apapun, nyatanya, pesawat memang tertahan lama dan seluruh penumpang dialihkan dengan penerbangan lainnya. Belakangan diketahui, menurut Planespotters, pesawat tersebut sudah berusia 14 tahun dan sudah menjalani ribuan jam terbang.

Akan tetapi, di luar insiden tersebut, bila dilihat sedikit ke belakang, sebetulnya, insiden yang melibatkan bagian di sekitaran roda pesawat kerap terjadi. Pada 16 Februari, misalnya, pendaratan Virgin Australia Boeing 777 di Los Angeles tak berjalan mulus akibat adanya masalah dengan sistem hidraulik di salah satu roda pendaratan yang tidak dipasang dengan benar. Akibatnya, asap terlihat keluar dari pesawat yang disebabkan oleh gesekan pada rem roda ketika pesawat meluncur di landasan.

Pada 7 Februari, pesawat Icelandair Boeing 757-200 yang terbang dari Berlin Tegel (Jerman) ke Keflavik (Islandia) mengalami kerusakan roda pendaratan utama saat tiba di Bandara Internasional Keflavik. Beruntung, tidak sampai memakan korban jiwa ataupun luka.

Kemudian, pada 3 Februari, pesawat Air Canada harus kembali ke Madrid karena memiliki masalah dengan roda pendaratan. Laporan awal menyatakan bahwa bagian dari roda pendaratan Boeing 767, rute Madrid-Toronto, lepas dan jatuh ke mesin. Hal tersebut kemudian, oleh maskapai, dikonfirmasi bahwa insiden tersebut diakibatkan pesawat mengalami pecah ban dan serpihannya masuk ke mesin.

Baca juga: Niat Hati Mau Ngumpet di Ban Pesawat, Wisatawan Gelap Asal Rusia Dibekuk Petugas Bandara Taiwan

Di penghujung tahun 2019 lalu, pada 22 Desember, United Airlines Boeing 737-800 mengalami kerusakan pada roda pendaratan pesawat bagian kiri hingga menyebabkan percikan api saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Denver. Sama seperti berbagai peristiwa sebelumnya, beruntung insiden tersebut tak sampai memakan korban jiwa ataupun luka.

Berbagai insiden tersebut, sebetulnya sudah cukup untuk membuat sejumlah pihak bertanya-tanya mengenai hal tersebut. Namun, sejauh ini, belum ada keterangan apapun dari para ahli dunia mengenai fenomena ini. Entah hanya sebuah kebetulan saja atau sebaliknya, memang terdapat berbagai permasalahan serius mengenai landing gear atau main landing gear system di berbagai pesawat milik Boeing ataupun Airbus. Otoritas Keamanan Penerbangan Eropa atapun Otoritas Penerbangan Sipil Amerika sendiri hingga kini belum memberikan penyataan apapun untuk menyelidiki berbagai kasus tersebut.

1 COMMENT

  1. Roda pesawat (Landing Gear) atau yang juga dikenal sebagai undercarriage berguna untuk membawa pesawat dengan kecepatan tinggi, sehingga dapat naik. Roda pada pesawat akan disimpan begitu tidak bersentuhan lagi dengan landasan pacu. Penyimpanan roda pesawat juga dilakukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, sehingga dapat terbang lebih cepat.
    Dari segi keamanan, penyimpanan landing gear dilakukan untuk menghindari kerusakan ketika diterpa angin kencang. Sehingga setelah melakukan penerbangan, pesawat dapat mendarat dengan aman di landasan pacu.

Leave a Reply