Bermasalah di Mesin, Airbus A330 China Eastern Terpaksa Return to Base

0
Sumber: Youtube

Sebuah pesawat jet terpaksa mendarat kembali setelah mengalami masalah pada bagian mesinnya, Minggu (11/6/2017) di Sydney, Australia. Maskapai China Eastern mengatakan awak pesawat melihat kerusakan pada saluran masuk udara di mesin kiri tak lama setelah lepas landas pada Minggu malam, sekitar pukul 20.30 waktu setempat. Akibat kejadian tersebut, sang kapten memutuskan untuk kembali  mendarat. Faktanya, maskapai China Eastern menggunakan pesawat A330 dari Airbus dimana pesawat tersebut memiliki dua mesin.

Sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman nbcnews.com, Senin (12/6/2017), penumpang mengaku mendengar suara yang cukup bising, dan mencium bau seperti ada yang terbakar. Tak lama berselang, kru lalu memindahkan seluruh penumpang ke sebelah kiri pesawat yang akan bertolak menuju Shanghai, Cina tersebut. Penumpang ini mengatakan awak kabin langsung turun tangan dengan menenangkan seluruh penumpang dan menyuruh mereka untuk mengencangkan sabuk pengaman.

Baca juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

“Kami sangat panik karena kami tidak tahu apa yang terjadi,” tuturnya kepada media setempat. Ternyata keputusan sang pilot untuk mendaratkan pesawatnya kembali berbuah manis. Insiden tersebut tidak memakan korban luka maupun korban jiwa. Keterangan tersebut diperoleh dari General Manager China Eastern Airlines, Kathy Zhang. Keterangan berbeda didapatkan dari seorang ahli penerbangan di University of New South Wales, Profesor Jason Middleton. Darinya diperoleh penjelasan mesin pesawat dengan nomor penerbangan MU736 mengalami kerusakan yang akhirnya merobek baling-baling utama mesin kompresor. “Ketika pesawat mengalami kerusakan, Anda terkadang bingung kerusakan ada di titik mana, bisa saja dari baut yang kendor,” ujarnya.

Sumber: Twitter

Sementara itu, juru bicara Rolls-Royce, yang juga memproduksi mesin pesawat seri Trent 700 mengatakan pihaknya sudah mendengar kabar mengenai kerusakan produknya yang hampir saja menghilangkan nyawa para penumpang serta awak pesawat China Eastern Airlines. “Kami mengetahui kejadian tersebut dan akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti pelanggan dan mitra yang relevan guna menyelidiki penyebab dari masalah ini,” ujarnya dalam sebuah statemen.

Biro Keselamatan Transportasi Australia mengkonfirmasikan bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut. Akibat dari kejadian ini, cungkup baling-baling pesawat sebelah kanan berlubang dengan ukuran yang cukup besar.

Leave a Reply