“Bikun,” Bus Kampus Yang Kadung Jadi Legend

Bikun alias Bus Kuning UI (Asrama UI)

Dengan populasi 48 ribu mahasiswa yang tersebar di 13 fakultas pada lahan 320 hektar, tentu bukan perkara mudah bagi rektorat untuk menyediakan fasilitas transportasi yang terintegrasi di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Namun sejak berdirinya kampus UI Depok pada tahun 1988, mulai dirintis kehadiran Si “Bikun” (Bis Kuning) yang hingga kini menjadi identitas kedua UI, tentunya setelah jaket kuning almamater yang menjadi ciri khas.

Baca juga: Google Pasang WiFi di Bus Sekolah Untuk Kemudahan Siswa di Pedesaan

Bikun ini merupakan bus yang disediakan gratis untuk melayani kebutuhan transportasi mahasiswa-mahasiswi yang berkuliah di kampus UI Depok. Tetapi, bus ini juga bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar secara gratis dimana warga bisa menggunakan bus ini sebagai penghubung antara daerah Kukusan dan Margonda.

Hingga tahun 2005 bus kuning berjumlah 20 unit. Bus ini beroperasi dari hari Senin hingga Jumat dimulai pukul 07.00-22.00 WIB, sedangkan hari Sabtu hanya sampai pukul 14.00 WIB, untuk hari Minggu bus ini tidak beroperasi sama sekali.

Baca juga: “Bus Sekolah Gratis,” Aplikasi Monitoring Bus Sekolah di Jakarta

Bus ini melalui dua rute yakni rute merah dan biru, biasanya penanda rute merah dan biru dapat dilihat pada kertas warna yang tertempel di kaca setiap bus. Rute merah yakni Halte Asrama – Halte Gerbatama – Halte Stasiun UI — Halte FH — Halte Masjid UI — Halte Pondok Cina/Balairung — Halte RIK – Halte FIK – Halte FMIPA — Halte PNJ — Halte Vokasi/Kukusan Kelurahan — Halte FT — Halte FE – Halte FIB — Halte FISIP — Halte F.Psikologi — Halte Stasiun UI — Halte Gerbatama — Halte Asrama.

Sedangkan rute biru yakni Halte Asrama – Halte Gerbatama – Halte Stasiun UI — Halte F.Psikologi — Halte FISIP — Halte FIB — Halte FE — Halte FT — Halte Vokasi/Kukusan Kelurahan — Halte PNJ — Halte FMIPA — Halte FIK — Halte FKM — Halte RIK — Halte Balairung/Pondok Cina — Halte Masjid UI – Halte FH – Halte Stasiun UI — Halte Gerbatama — Halte Asrama. Dari rute-rute ini ada beberapa halte yang tak dilewasi si Bikun ini yakni Halte Gedung ILRC di Jalan Dr Nugrogo Notosutanto.

Tahukah Anda selain tentang rute, Bikun ini jug memiliki hal unik dari setiap penggunanya. Dilansir KabarPenumpang.com dari satujam.com ternyata ada empat tipe mahasiswa penumpang Bikun ini.

1. Rombongan alias gerombolan
Biasanya ini mahasiswa yang malu-malu dan males naik sendirian. Mereka rela menunggu atau janjian dengan yang lainnya hanya untuk naik Bikun sama-sama.

2. Tipe sempurna
Tipe ini bukan mementingkan penampilan, melainkan adalah mementingkan bila pria bersama perempuan, si perempuan pasti dipersilahkan naik terlebih dahulu dan biasanya mengucap salam baik saat naik atau mau turun kepada pengemudi Bikun. Kemudian setelah turun juga menunggu bus tersebut hingga pergi dari hadapannya untuk ytujuan berikutnya.

3. Dunia seperti milik sendiri
Yang seperti ini adalah si bodo amat alias yang mementingkan dirinya sendiri. Berebut tempat demi duduk dan terkadang pura-pura tidur, telepon, baca buku atau yang lainnya seperti dunia milik sendiri.

4. Anti duduk
Penumpang ini lebih mementingkan penampilan, biasanya anak mahasiswa biar di anggap cool. Walaupun kadang Bikun kosong pun dia akan tetap berdiri dari awal naik sampai tujuannya.

Baca juga: Trans Jogja, Bus Rapid Transit Tanpa Separator Asli Kota Gudeg

Sebagai wujud kecintaan pada Bikun, sekelompok mahasiswa Fasilkom UI 2011 pernah merilis aplikasi “Bikun Mania.” Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengecek jadwal bus kuning (bikun) yang berkeliling di area UI. Pembuatan aplikasi muncul dari pengamatannya terhadap permasalahan yang dihadapi para pengguna bikun. Para pengguna seringkali tidak megetahui jadwal keberangkatan dan kedatangan bikun di tiap-tiap halte. Hal ini tidak jarang membuat mereka menunggu terlalu lama atau justru tertinggal bikun.

Nama Bikun juga diadaptasi sebagai tempat kuliner, tepatnya di kawasan Fakultas Hukum (FHUI) terdapat Bikun Coffee, sebuah coffee shop yang menggunakan basis rangka Bikun yang sudah tidak terpakai. Dengan konsep semi out door di bawah rindangnya pepohonan, Bikun Coffee merupakan sebuah tempat nongkrong sederhana tapi nyaman, yang sangat disukai oleh anak muda, sehingga membuat mereka betah duduk sambil ngobrol santai ataupun sembari mengerjakan tugas-tugas perkuliahan.

Meski telah menjadi identitas UI Depok, pengelolaan Bikun dilakukan secara outsourcing, dan sayangnya pengoperasian Bikun telah berakhir pada tahun 2015. Sebagai penggantinya adalah Bus Pakar Wisata yang hadir berkat kerjasama UI dengan PO Kramat Djati Group.