Bila GoJek dan Tokopedia Melakukan Merger, Bakal ada Dampak Positif

0
Gojek ekspansi ke empat negara Asia Tenggara

Sepertinya isu GoJek bermerger dengan startup lainnya terus saja mencuat. Beberapa waktu lalu dengan Grab dan kini dengan e-commerce yakni Tokopedia. Nah, kali ini jika GoJek jadi bermerger dengan Tokopedia apa dampak yang akan dirasakan keduanya?

Baca juga: Jika Merger Terjadi, GoJek dan Grab Bakal Untung, Tapi Pengemudi Merugi

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, akan ada nilai positif bila rencana merger tersebut terjadi. Hal ini karena bisa berdampak baik dengan pembangunan ekonomi Indonesia di era digital.

Ekonom senior Istitute for Development of Economics and Finance Aviliani mengatakan, hal ini sebagai praktis bisnis yang wajar karena ekosistem akan terjadi dengan sendirinya. Dia menyebutkan apalagi GoJek belum mempunyai e-commerce dan dengan bermerger maka keduanya akan semakin besar.

Selain itu, Ketua Umum Yayasan Next Indonesia Unicorn (NextICorn) Daniel Tumiwa mengatakan melihat keduanya saat ini, baik GoJek maupun Tokopedia, jika bergabung maka akan menghasilkan fundamental bisnis yang jauh lebih kuat. Dia mengatakan, bila terealisasi, merger GoJek dengan Tokopedia akan membuat keduanya bergerak sangat cepat.

Ini karena keduanya bisa memiliki keleluasaan menjalankan berbagai hal yang saat ini mungkin masih terbentur sejumlah kendala.

”Memperluas jangkauannya dengan penawaran yang lebih lengkap. Tidak terhambat dengan isu-isu ego, proses, prosedur, ataupun hal teknis lainnya. Fokus untuk bisa sesegera mungkin mengangkat ekonomi Indonesia dengan pemberdayaan yang sudah dibawa oleh insititusi masing-masing selama ini,” kata Daniel yang dikutip dari bisnisindonesia.com.

Hal tersebut juga yang membuat rencana merger GoJek dengan Tokopedia akan lebih berdampak positif jika dibandingkan rumor sebelumnya yang menyebut Gojek akan merger dengan Grab. Selain itu, berkaitan dengan rencana Initial Public Offering (IPO) Tokopedia di dua negara juga menjadi poin positif tersendiri.

Terutama jika proses itu dilakukan setelah terjadinya merger dengan GoJek. Aviliani menambahkan, tanpa kolaborasi dan seandainya masing-masing pihak membuka layanan sendiri-sendiri maka akan membutuhkan investasi yang sangat besar.

“Sedangkan dengan bergabung jadi lebih cepat membangunnya. Maka kalau mau jual sebagian saham, buat Gojek tentu untung dapat data banyak dari Tokopedia, karena mereka bisa menawarkan kredit ke seller di tokopedia,” ucapnya.

Sementara dari sisi konsumen, Aviliani melihat dampak langsung berupa keuntungan dari rencana merger keduanya.

“Kalau saya lihat konsumen yang akan banyak diuntungkan dari bergabungnya dua perusahaan (Gojek-Tokopedia),” paparnya.

Adapun dampaknya terhadap perekonomian akan bergantung dari beberapa hal, antara lain apakah barang yang dijual di Tokopedia, misalnya adalah bukan barang impor. Ia menyebut perlu diperhatikan sejauh mana arus perputaran barang di dalam negeri dan menyarankan untuk meminimalisir barang impor, terutama untuk barang konsumtif.

“Bila hanya impor buat apa? Bila tidak produksi di sini (Indonesia) maka nilai tambah kecil,” imbuhnya.

Baca juga: Samakan Brand di Semua Negara, GoJek Ubah Nama Get di Thailand

Ia berharap, ketika Gojek dengan Tokopedia merger, kekuatan ekspansi semakin tinggi. Dengan demikian, perusahaan bisa membawa produk Indonesia untuk go international, utamanya untuk di regional Asia Tenggara. Untuk diketahui, baik Gojek maupun Tokopedia memiliki investor sama seperti Google, Temasek Holdings Pte dan Sequoia Capital India.

Leave a Reply