Bird Strike Paksa AirAsia QZ104 ‘Return to Base’ di Bandara Kualanamu

Sumber: freemalaysiatoday.com

Lagi, kasus bird strike atau serangan burung kembali hangat diperbincangkan setelah sebuah pesawat AirAsia terpaksa kembali ke bandara awal (return to base) pada Selasa (26/9/2017) siang lalu. Pesawat dengan nomor penerbangan QZ104 tujuan Penang, Malaysia tersebut melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara sesaat setelah pesawat tersebut take-off.

Baca Juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman freemalaysiatoday.com (26/9/2017), mesin pesawat Airbus A320 milik maskapai AirAsia kemasukan beberapa burung yang mengakibatkan gagal mesin. Pesawat yang lepas landas pada pukul 13.25 WIB tersebut diketahui tengah mengangkut sekitar 150 penumpang yang mayoritas berkebangsaan Indonesia.

Sekitar lima menit pesawat mengudara, sang pilot lalu mengumumkan kepada penumpang bahwa pesawat akan kembali ke Kualanamu menggunakan second engine karena terkena bird strike. Untungnya, pesawat tersebut bisa mendarat dengan selamat dan insiden ini tidak memakan korban. Sesampainya kembali di bandara, para penumpang terdampar setelah mereka diminta oleh pihak maskapai untuk mengklaim barang bawaan.

“Seluruh penumpang dan awak pesawat selamat. Mereka dievakuasi ke ruang tunggu gate 4, sementara pesawat menjalani pemeriksaan,” terang Junior Manager Branch Communication Bandara Kualanamu, Abdi Negoro. “Bird strike terjadi pada engine nomor dua. Kerusakan pada fan blade nomor 16 dan 17,” imbuhnya dilansir dari sumber berbeda.

Akibat kejadian ini, pesawat batal mengudara dan penumpang diberi dua opsi, pengembalian uang tiket atau berangkat dengan pesawat yang sama pada keesokan harinya. Setelah melewati serangkaian perbaikan dan dianggap sudah layak terbang, pesawat dengan registrasi PK-AXU kembali mengudara keesokan harinya.

“Pesawat dengan registrasi PK-AXU, berangkat dari Kualanamu menuju Penang (Malaysia) pada pukul 05.43 WIB,” kata Abdi.

Baca Juga: The Robird Drone, Robot Penangkal Bird Strike di Bandara Edmonton

Kejadian serupa juga pernah menimpa maskapai AirAsia X pada 4 Juli 2017, dimana penerbangan tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Brisbane karena diduga terkena bird strike. Penerbangan D7207 menuju Kuala Lumpur diketahui baru saja lepas landas dari Gold Coast, Australia pada pukul 22.20 waktu setempat.

Air Asia X di Brisbane. Sumber: stuff.co.nz

Tak lama berselang, penumpang mendengar sebuah letusan dan melihat api menyala dari bagian mesin. “Pesawat mulai bergoyang, lalu ada beberapa dentuman keras dan banyak percikan api,” ungkap salah seorang penumapng dilansir dari sumber berbeda. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan penumpang terpaksa melanjutkan perjalanan setelah pesawat selesai diperbaiki.