Thursday, May 30, 2024
HomeAnalisa AngkutanBoeing-Airbus Stop Suku Cadang, Rusia Bakal ‘Rampas’ Semua Pesawat Asing dari Lessor?

Boeing-Airbus Stop Suku Cadang, Rusia Bakal ‘Rampas’ Semua Pesawat Asing dari Lessor?

Airbus dan Boeing menghentikan pasokan suku cadang, menangguhkan perawatan, dan dukungan teknis untuk seluruh armada mereka yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia, sebagai bagian sanksi AS dan Eropa menyikap invasi Rusia ke Ukraina. Menariknya, hal ini justru disebut bakal dimanfaatkan Rusia untuk merampas atau mengakuisisi pesawat dari tangan lessor. Mungkinkah?

Baca juga: Empat Kali Lipat dari Harga Rata-rata Global, Biaya Leasing Pesawat Bikin Garuda Indonesia Bangkrut

Dilansir The Guardian, sebanyak 332 pesawat Boeing dan 304 Airbus saat ini terdaftar dalam barisan armada maskapai-maskapai Rusia.

Meski pasokan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis untuk semua pesawat tersebut untuk sementara waktu di-stop Airbus-Boeing, namun, beberapa analis menduga itu tidak akan berdampak pada operasional maskapai dalam waktu dekat. Tentu dengan catatan, tidak ada kerusakan yang berarti.

Andaipun ada kerusakan, maskapai bisa saja melakukan tambal sulam atau kanibal dengan suku cadang atau komponen pesawat lain yang sedang digrounded.

Akan tetapi, bila keputusan Boeing-Airbus bertahan dalam jangka lama, bukan tak mungkin maskapai-maskapai di Rusia akan kelimpungan. Ini yang pada akhirnya memunculkan opsi untuk menasionalisasi atau ‘merampas’ pesawat-pesawat tersebut oleh Rusia.

Terlebih, perusahaan dalam negeri Rusia, seperti Irkut, Ilyushin, Sukhoi, dan lain sebagainya, bisa dikerahkan untuk meminimalisir dampak hengkangnya Boeing-Airbus, sekaligus me-maintenance pesawat-pesawat ‘warisan’ Boeing-Airbus.

Terlepas jadi tidaknya Rusia merampas seluruh pesawat Boeing-Airbus dari tangan lessor, secara hukum, hal itu sebetulnya sah-sah saja dan sudah dimasukkan dalam klausul penyewaan.

Praktisi hukum leasing dan keuangan pesawat, Hendra Ong, mengungkapkan, kemungkinan Rusia merampas pesawat-pesawat Boeing-Airbus yang dioperasikan maskapai-maskapai mereka dari tangan lessor atau leasing pesawat sangat mungkin terjadi.

Dalam lease agreement, lanjut Hendra, biasanya ada klausul yang mengatur mengenai keadaan tersebut.

“Bisa saja, apabila itu terjadi asuransi akan membayar. Umumnya utk perjanjian leasing standard, ada klausul di lease agreement yg mengatur mengenai keadaan tersebut,” katanya kepada KabarPenumpang.com.

Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

Kendati lessor sebetulnya sudah sangat siap menghadapi keadaan tersebut (pesawat-pesawatnya dirampas oleh Rusia), namun, mereka tetap menuntut maskapai yang melakukan itu ke pengadilan setelah pesawat benar-benar diambil alih, tanpa harus menunggu keadaan atau situasi geopolitik antara AS-Uni Eropa dan Rusia kembali normal.

“Proses penuntutan sambil berjalan, tidak menunggu kembali normal. Itu masuk keadaan default. Pihak asuransi juga berkepentingan dalam hal ini,” tutupnya.
























RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru