British Airways Canangkan Daur Ulang Limbah Rumah Tangga Untuk Bahan Bakar Pesawat

Sumber: deviantart.com

Maskapai kebanggaan Britania Raya yang bermarkas di Harmondsworth, British Airways berencana untuk menjadikan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar untuk armada jetnya. Diketahui, British Airways tengah menjalin sebuah kerja sama dengan perusahaan bahan bakar terbarukan, Velocys. Rencana penggunaan bahan bakar terbarukan ini merupakan bagian dari program pengurangan emisi seluruh moda kendaraan pada tahun 2040 kelak.

Baca Juga: British Airways Flight 9, Guratan Kelam Dunia Aviasi Akibat Abu Vulkanik

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (19/9/2017), maskapai tersebut mengatakan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan oleh pabrik daur ulang limbah adalah mengumpulkan ratusan ton limbah rumah tangga setiap tahunnya. Pabrik daur ulang limbah tersebut harus bergerak cepat sebelum sampah-sampah rumah tangga dilebur di tempat pembuangan akhir. Adapun limbah-limbah tersebut mencakup popok bayi, wadah makanan plastik, hingga bungkus cokelat.

Menurut perhitungan, bahan bakar yang dihasilkan diharapkan dapat meminimalisir produksi gas rumah kaca hingga 60 persen jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil saat ini. Itu berarti, mereka berusaha untuk mengurangi emisi CO2 hingga 60.000 ton per tahunnya. Dalam sebuah rilis resmi, British Airways mengatakan pabrik daur ulang limbah tersebut direncanakan akan menghasilkan bahan bakar yang cukup untuk mengoperasikan semua penerbangan Boeing 787 Dreamliner dari London ke San Jose, California dan New Orleans, Louisiana selama periode satu tahun penuh. “Kami berencana untuk memasok lebih banyak pesawat jet berbahan bakar berbasis limbah pada dekade berikutnya.”

Baca juga: Atasi Masalah Polusi, Inggris Larang Mobil Diesel dan Bensin di Tahun 2040

Proyek ini tidak semata-mata dicetuskan oleh pihak British Airways. Pekan lalu, Departemen Transportasi Inggris menerbitkan sebuah perubahan peraturan pada Renewable Transport Fuels Obligation. Perubahan tersebut merujuk pada penggunaan bahan bakar pesawat jet berkelanjutan, dalam upaya untuk mempromosikan penerbangan yang lebih bersih.

Jika ditelaah lebih jauh, British Airways seolah menepati penyataannya yang pernah dilontarkan oleh Willie Walsh, chief executive perusahaan induk British Airways IAG di tahun 2014 silam. Pada kesempatan tersebut, pihak British Airways berencana untuk mengubah sebuah eks kilang minyak menjadi markas untuk proyek Green Sky yang akan dibuka pada tahun 2017 mendatang.