Buka Pameran Transport Hub, PT MRT Jakarta Utarakan Persiapan Full Train Run

Direktur Operasi dan Pemeliharaan Agung Wicaksono, Direktur Konstruksi Silvia Halim, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, Aisten Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi Sunardi Sinaga dan Ihak IAI

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, telah melakukan Sayembara Transport Hub dan kini ada sepuluh yang sudah terpilih dalam sayembara tersebut dari 51 peserta. Pameran ini sendiri berlangsung di The Nine Ballroom, UOB Plaza, Thamrin dan pemenang sayembara tersebut akan diumumkan pada, Kamis, (27/9/2018) malam nanti.

Baca juga: Duh, Kereta MRT Jakarta Jadi Sasaran Aksi Vandalisme!

Gubernur DKI Jakarta yang diwakilkan oleh Asisten Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi Sunardi Sinaga mengatakan, pameran ini dimana MRT Jakarta bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia untuk mendukung pembangunan kota Jakarta.

“IAI dan MRT Jakarta dengan adanya sayembara transport hub ini membantu DKI Jakarta dalam pembangunan menjadi kota internasional dimana salah satunya adalah Dukuh Atas. Sehingga ini merupakan salah satu cara melibatkan publik sebagai konsep kota,” ujar Sunardi yang ditemui KabarPenumpang.com di Pembukaan Pameran Sayembara Transport Hub MRT, di UOB Plaza, Kamis (27/9/2018).

Dia mengatakan, dengan adanya transport hub tersebut daerah perkotaan memadukan fungsi transit kendaraan dengan manusia. Sebab, ini bisa mensejajarkan Jakarta dengan kota megapolitan lainnya di dunia. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar juga menjelaskan terkait progres pengerjaan MRT saat ini terkait dengan progres pencanangan TOD dukuh atas berjalan dengan baik melalui pelibatan publik yang secara maksimal.

Salah satu yang terlihat jelas adalah Taman Dukuh atas yang sudah jadi dan bisa digunakan oleh para pejalan kaki untuk terintegrasi menuju Stasiun Sudirman. Diketahui progres konstruksi sendiri sudah 96,53 oersen dengan depo serta elevated 95,36 persen dan underground 97,71 persen.

William menambahkan, pada 9 Agustus kemarin MRT juga sudah melakukan tes untuk SAT, 17 September dilakukan pergerakan kereta. Tak hanya itu, kereta-kereta MRT juga sudah mulai pengiriman dan kini ada enam kereta yang ada di depo salah satunya yang terkena vandalisme.

“Tiga set nanti akan datang lagi akhir bulan ini, bulan depan tiga set dan yang terakhir pengiriman empat set sekaligus di bulan November. Di November juga kita mulai Integrated Testing Commision Test seluruh sistem perkeretaapian secar terintegrasi oleh kontraktor,” ujar William.

Dia menambahkan, nantinya setelah semua kereta tiba di depo, maka bulan Februari 2019 mendatang selama sebulan sebelum beroperasi, kereta akan mulai di uji coba operasi sistem yakni full trail run. Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan, saat tes SAT (System Acceptance Testing) yang sub sistem yang dites lainnya adalah listrik aliran atas, alat komunikasi dan kereta, tes track, struktur, instalasi serta persinyalan itu sendiri.

“Persinyalan karena, ini adalah sistem saraf dari MRT Jakarta. kegiatan SAT sendiri merupakan bagian dari Integrated Testing dan Commisioning Test. Saat percobaan banyak tahapan dimana sebelum kereta berjalan otomatis kita coba perangkat yang sudah di instal kemudian memasukkan jadwal kereta dalam program dan mengoperasikannya,” ujar Silvia.

Nantinya saat tes ini masinis masih menggerakkan kereta, sebab tes tahap tersebut adalah program terinstal di kereta. Kemudian saat ATO masinis tidak lagi menggunakan masinis tetabi melalui CBTC Control di OCC Lebak bulus.

Baca juga: Terkendala Soal Kampung Bandan, Akankah Proyek Fase II MRT Jakarta Terhambat?

Silvia menambahakan, hal tersebut yang membuat pengujian kereta pertama bisa selama satu hingga dua bulan lebih, selain itu juga untuk mencari masalah apa pada prgram yang terinstal itu. Sehingga nantinya saat program di transfek ke kereta 2-16 percobaan hanya dua minggu.