Bukan Nama Jet Tempur, Inilah Lokomotif Tejas yang Layani Kereta Ekspres dengan Kecepatan 160 Km Per Jam

0
Tejas Express

Bagi sebagian kalangan, nama Tejas sudah terlanjur identik dengan nama jet tempur bermesin tunggal produksi dalam negeri India. Namun, kali ini nama Tejas rupanya juga digunakan untuk wahana lokomotif, persisnya pabrik lokomotif utama Indian Railways Chittaranjan Locomotive Works (CLW) meluncurkan lokomotif listrik Tejas Express batch pertama. Lokomotif ini dikembangkan oleh CLW untuk operasi ‘dorong-tarik’ dengan WAP-5 yang dirancang secara aerodinamis.

Baca juga: Rajdhani Express Kembali Beroperasi, Indian Railways: Tidak Ada Selimut dan Makanan

Teknologi ‘dorong-tarik’ tersebut akan membantu lokomotif listrik penumpang untuk mengurangi tarikan udara dan memastikannya lebih stabil pada operasi kecepatan tinggi. KabarPenumpang.com melansir livemint.com (2/10/2020), lokomotif ini bertipe WAP-5 yang berkapasitas 6000 HP dan dilengkapi dengan sistem propulsi berbagis IGBT terbaru yang mampu melaju dengan kecepatan 160 km per jam.

Meja masinis pada Tejas Express dimodifikasi secara ergonomis untuk meningkatkan keterampilan manuver masinis lokomotif. Konverter komposit juga disediakan di lokomotif ini untuk langsung memasok daya ke gerbong dan gerbong pantry sehingga menghilangkan kebutuhan gerbong pembangkit tenaga diesel terpisah.

Dalam pengaturan ‘dorong-tarik’, setiap lokomotif terhubung ke setiap ujung kereta dan akan berkomunikasi melalui bus kereta kabel. Setiap lokomotif dirancang sedemikian rupa sehingga satu kabin berbentuk aerodinamis dan kabin lainnya yang menghadap ke sisi gerbong dibuat datar untuk mengurangi hambatan udara secara drastis pada kecepatan yang lebih tinggi.

Dengan begitu kesemuanya dapat meningkatkan efisiensi energi kereta dan membuatnya lebih stabil secara dinamis pada kecepatan yang lebih tinggi. Upaya traksi maksimum dari satu lokomotif WAP5 adalah 260 kN dan itu bisa mengangkut hingga 16 gerbong.

Pengaturan ‘dorong-tarik’ dengan maksimum 12000 HP memberikan solusi untuk kebutuhan kereta yang lebih panjang seperti Rajdhani dengan satu loko di depan disebut master dengan loco pilot dan yang lainnya di belakang disebut slave tanpa loco pilot. Hal ini juga mengurangi gaya coupler dan menghasilkan pengoperasian yang lebih aman.

Lebih jauh di bagian gradien yang curam, tidak ada banker loco yang diperlukan dan tidak ada waktu yang hilang untuk pemasangan dan pelepasan bankir. Untuk memudahkan pekerjaan Loco Pilot, karena dua lokomotif akan berjarak sekitar 600 meter dengan gerbong di antaranya, kunci BL (Loco Main Switch to Turn ON), LSDJ (Indikasi kondisi pemutus sirkuit vakum) dan BPFA (Indikasi/Acknowledgement of Fault) telah disediakan dalam duplikat di master loco yang menggambarkan kondisi slave loco.

Selain itu, perangkat lunak pada lokomotif telah ditingkatkan untuk kemudahan pengoperasian. Kaca pandang telah diperlebar untuk kenyamanan Loco Pilot yang lebih baik dan seluruh bodi loco dibalut dengan lapisan vinil dengan desain grafis.

Baca juga: Tejas Express, Kereta Api India Pertama yang Akan Dioperasikan Swasta

Ini adalah lokomotif hijau bebas kebisingan, bebas polusi dan ramah lingkungan yang lebih hemat energi dan membutuhkan lebih sedikit perawatan dan juga akan menghemat banyak waktu shunting lokomotif. Tejas Express akan mengurangi perjalanan Rajdhani Express antara Howrah dan New Delhi hingga 90 menit

Leave a Reply