Bukan Pramugari, “Hooters Girls” adalah Pelayan Restoran yang Diperbantukan di Kabin

0
"Hooters Girls" (istimewa)

Tak hanya VietJet yang memiliki pramugari dengan pakaian seksi, sebab salah satu maskapai di Amerika Serikat juga pernah memiliki hal yang sama. Maskapai ini bernama Hooters Air yang merupakan maskapai penerbangan yang berbasis di Pantai Myrtle, Carolina Selatan.

Baca juga: Gara-Gara Bikini Pemilik VietJet Jadi Orang Kaya Nomor 2 di Vietnam

Penerbangan dari Hooters ini dioperaskian oleh Pace Arilines yang berbasis di Carolina Utara. Penerbangan Hooters Air sendiri terjadwal dan juga charter pribadi. KabarPenumpang.com melansir avgeekery.com, maskapai ini mulai didirikan pada 2003 lalu dan beroperasi pada 6 Maret.

Didirikan oleh seorang pemilik restoran Hooters of America Robert Brook yang mengakuisisi Pace Airlines pada Desember 2002 lalu. Awal didirikannya, Brooks membayangkan Hooters Air sebagai cara yang tidak biasa untuk menghasilkan kesadaran akan merek restoran Hooters.

Bahkan operator ini terkadang disebut sebagai papan iklan terbang untuk jaringan restoran. Maskapai ini memiliki hal yang berbeda dalam penerbangan mereka yakni memasarkan penerbangan pada para pegolf dalam upaya untuk membawa pemain kasual dan turnamen ke lapangan golf kejuaraan 100+ Pantai Myrtle.

Uniknya lagi, akan ada dua orang Hotters Girls yang mengenakan seragam restoran mereka di setiap penerbangan. “Hooters Girls” bukanlah pramugari melainkan pelayan restoran yang membantu awak kabin dengan tugas keramahan. Untuk diketahui, awak kabin Hooters Air sendiri menggunakan pakaian tradisional.

Perusahaan ini mengiklankan penerbangan nonstop untuk sebagain besar rute mereka dan memiliki slogaln lucu seperti “Terbang satu mil bersama kami”. Hooters Air sendiri menyebut diri mereka sebagai maskapai berbiaya rendah. Padahal deretan kursi telah dihapus dari kabin untuk memberikan jarak duduk 34 inci (86 cm) untuk semua.

Jarak ini sebanding dengan ruang kaki yang ditawarkan oleh kelas bisnis maskapai penerbangan lainnya. Ukuran jarak antar kursi yang cukup lebar ini karena Hooters Air ingin menjaga keramahan pada penumpang yang merupakan pegolf dan menyebutnya dengan tempat duduk “Kelas Klub”.

Selain itu, semua kursi dilapisi dengan kulit biru tua atau hitam, dan semua pesawat dicat dengan warna oranye dan putih perusahaan Hooters yang menampilkan logo perusahaan, dan maskot (“Hootie the Owl”), pada penstabil vertikal. Tak hanya itu, pada saat banyak maskapai berbiaya rendah menghilangkan embel-embel penerbangan dalam upaya untuk mengurangi biaya, Hooters Air menyajikan makanan gratis kepada semua pelanggan dalam perjalanan yang berlangsung lebih dari satu jam.

Pada 8 Desember 2005, Hooters mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri layanan ke Rockford dan ke Illinois pada tanggal 5 Januari 2006, sebagai akibat dari otoritas bandara yang membawa maskapai pesaing (United Airlines) pada rute Rockford-Denver, dan memberikan jaminan pendapatan untuk kompetitor. Semua layanan komersial dihentikan pada tanggal 9 Januari 2006.

Baca juga: Beragam Kasus Seksis yang Sempat Warnai Dunia Pramugari

Perusahaan induk Pace Airlines melanjutkan layanan sewa selama tiga tahun, berhenti beroperasi pada bulan September 2009. Pada 17 April 2006, Hooters Air menghentikan operasinya. Perusahaan mengaitkan penghentian layanan ini terutama karena peningkatan yang nyata dalam biaya bahan bakar setelah Badai Katrina dan Rita pada musim gugur tahun 2005. Maskapai ini diperkirakan menelan biaya Hooters of America $ 40 juta

Leave a Reply