Bukan Turbulensi, Ternyata Penumpanglah yang Jadi ‘Ancaman’ Terbesar Bagi Awak Kabin

Sepatu pramugari Virgin Atlantic

Bagi Anda para penumpang pesawat, mungkin turbulensi merupakan salah satu penyumbang ketakutan terbesar ketika mengudara setelah proses lepas landas. Namun hal berbeda diutarakan oleh para awak kabin, yang menyebutkan bahwa penumpanglah yang menjadi ancaman terbesar bagi mereka, bukan turbulensi atau proses take-off dan landing. Tentu saja, pernyataan ini bukanlah tercetus begitu saja tanpa adanya pembuktian, melainkan pengalamanlah yang membuktikan.

Baca Juga: (Lagi) Awak Kabin Delta Tunjukkan Sikap Tidak Profesional Kepada Penumpang!

Adalah eks manager awak kabin dari Virgin Airlines, Ally Murphy yang mencetuskan pernyataan mencengangkan tersebut. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (24/6/2019), Ally mengatakan bahwa bagian paling sulit dari pekerjaannya adalah berurusan dengan penumpang yang keras kepala dan tidak jarang juga para penumpang ini membubuhkan tindak kekerasan kepada awak kabin.

Ally Murphy. Sumber: news.com.au

“(Ada penumpang yang) menepuk pundak saya untuk mendapatkan perhatian, namun saya pikir itu merupakan tindakan yang tidak perlu,” ujar Ally.

“Saya pribadi tidak akan menepuk pundak seseorang untuk alasan apapun, namun hal tersebut tidak berlaku bagi penumpang di pesawat,” imbuhnya.

Alih-alih dituntut untuk memiliki postur tubuh yang proporsional dan mampu bersolek untuk bisa mengayomi penumpang, sesungguhnya, lanjut Ally, salah satu tugas awak kabin yang sebenarnya adalah untuk mengangani penumpang yang keras kepala dan memiliki tingkah laku yang tidak layak. Tapi, bukan berarti para awak kabin ini tidak dilatih untuk menghadapi penumpang semacam itu. Beberapa maskapai melatih awak kabin untuk menangani situasi tegang ketika ada kendala dengan oknum penumpang.

“Saya seketika teringat pernah menangani sepasang penumpang yang mencampurkan obat tidur dengan wine yang dibawanya ke dalam kabin,” terang Ally.

Reaksi yang dihasilkan dari pencampuran ini membuat penumpang tersebut seperti linglung.

“Reaksi yang tercipta adalah Anda tidak mengetahui apa yang hendak Anda lakukan, Anda juga tidak bisa tidur, dan Anda tidak tahu sedang melakukan apa,” ujarnya.

“Pria yang sudah dalam kondisi tidak sadar ini lalu berkeliling dan mengambil setiap sepatu dari penumpang dan mencobanya. Lucunya lagi, ketika ia kembali ke tempat duduknya, ia bahkan tidak mengenali istrinya sendiri,” tandas Ally.

Baca Juga: Punya Keterampilan Multibahasa, Awak Kabin Berpeluang Sukses Lebih Besar

Tidak berhenti sampai situ saja, Ally juga menabahkan bahwa pria yang sudah mengkonsumsi alkohol plus obat tidur tersebut lalu mengatkaan bahwa dirinya enggan berada di dalam kabin dan berusaha untuk membuka pintu pesawat. Tentu saja, Anda semua sudah bisa menebak kelanjutannya seperti apa. Ya, petugas langsung mencegah dan mengamankannya.

Bagi Anda yang bercita-cita untuk menjadi awak kabin, sudah siap untuk berurusan dengan penumpang dengan tabiat yang seperti contoh di atas apa belum?