Bagi sebagian orang, terutama pekerja, berbuka puasa saat masih berada di jalan, tentu sudah menjadi hal yang biasa. Ini dikarenakan mereka sering kali tidak sempat pulang tepat waktu untuk berbuka puasa di rumah, sehingga membuat mereka harus berbuka puasa di perjalanan. Kejadian ini disebabkan dari saat pulang beraktivitas menjelang waktu berbuka maupun kondisi kemacetan yang sulit dihindari.
Maka dari mau tidak mau saat adzan berkumandang masyarakat berbuka puasa di tempat yang memang tidak seharusnya untuk makan dan minum. Hal seperti itu biasa ditemukan saat menggunakan transportasi umum. Namun, beda halnya saat bulan suci Ramadhan. Ketentuan tersebut tidak berlaku pada saat berbuka puasa tiba. Masyarakat diperbolehkan untuk makan dan minum di dalam transportasi umum, walaupun saat sedang bergerak.
Ya, ketentuan ini berlaku saat masyarakat menggunakan transportasi di Kota Metropolitan khususnya berbasis rel, seperti: Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, dan LRT Jakarta. Nah, kabarpenumpang akan kembali mengabarkan ketentuan makan dan minum di transportasi berbasis rel tersebut dari berbagai sumber. Berikut beberapa tipsnya.
1. KRL Commuter Line
Secara resmi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memperbolehkan para pengguna layanan Commuter Line untuk membatalkan puasa di dalam gerbong kereta selama bulan Ramadan. Meski demikian, terdapat sejumlah batasan yang harus dipatuhi demi kenyamanan seluruh penumpang selama perjalanan.
Sebagai bentuk pelayanan tambahan, petugas akan memberikan informasi secara berkala saat waktu berbuka puasa tiba, baik melalui pengumuman di dalam kereta maupun di area stasiun. KAI Commuter juga menyediakan fasilitas dispenser air minum gratis atau water station di stasiun yang dapat dimanfaatkan penumpang untuk mengisi botol minum sendiri.
2. LRT Jabodebek
Perusahaan transportasi LRT Jabodebek mengumumkan kelonggaran kebijakan untuk penumpang dengan memperbolehkan makan di dalam kereta dan area stasiun untuk berbuka puasa, dengan waktu dibatasi mulai adzan magrib sampai pukul 19.00 WIB.
Selain itu, kebijakan tersebut juga untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang masih dalam perjalanan ketika waktu berbuka puasa, terutama saat jam pulang kerja yang menjadi periode mobilitas tertinggi di kawasan Jabodebek. Tidak lupa, LRT juga menyediakan fasilitas air minum gratis di seluruh stasiun yang bisa dimanfaatkan oleh penumpang LRT Jabodebek.
3. MRT Jakarta
PT MRT Jakarta (Perseroda) memberlakukan aturan khusus bagi penumpang yang ingin membatalkan puasa di dalam Ratangga maupun area berbayar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Penumpang diperbolehkan mengonsumsi air putih dan buah kurma dengan batasan waktu tertentu.
Selain air putih dan kurma, penumpang dilarang mengonsumsi jenis makanan dan minuman lain di area berbayar. Minuman seperti teh, kopi, sirup, soda, serta makanan ringan selain kurma tetap tidak diperbolehkan demi menjaga kebersihan fasilitas MRT.
4. LRT Jakarta
Bagi pengguna transportasi umum, terutama LRT Jakarta, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar berbuka puasa tetap berjalan lancar dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain.
Penumpang diminta untuk berbuka puasa dalam waktu 10 menit setelah waktu yang ditentukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses berbuka tidak berlangsung terlalu lama dan tidak mengganggu penumpang lainnya yang sedang melakukan perjalanan.
Dimohon untuk tidak membawa makanan berbau menyengat yang dapat mengganggu penumpang lainnya. Dan pastikan berbuka puasa cukup membawa makanan ringan seperti kurma atau camilan lainnya.
Itulah tips berbuka puasa di berbagai transportasi berbasis rel di Jabodetabek dan pusat kota. Dan jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebersihan transportasi umum selama berbuka puasa. Kebersihan dan kenyamanan sangat penting, mengingat ruang di dalam transportasi umum cukup terbatas dan digunakan oleh banyak orang. Dengan menjaga kebersihan, masyarakat turut berkontribusi menjaga kenyamanan bersama.
