Bus PO Sari Mustika Ugal-Ugalan, Pengemudi Teriak “Asu” ke Penumpang

0

Belum lama ini penumpang maskapai Garuda Indonesia di amankan AvSec Bandara Ngurah Rai karena mengumpat kekesalannya karena tak bisa mengantar anak ke toilet saat dipesawat. Padahal umpatan yang dikeluarkan tersebut saat berbicara kepada sang istri. Namun, bagaimana bila ini dilakukan seorang pilot, masinis atau pengemudi bus dan langsung kepada penumpangnya? Hal ini bisa saja terjadi dan pada awal tahun 2020 seorang penumpang bus harus merasakan umpatan dari pengemudi.

Baca juga: Pilot Garuda ‘Baper,’ Dilaporkan ke Pejabat Lantas Ngeloyor

Umpatan pengemudi tersebut terjadi di dalam bus milik PO Sari Mustika asal Yogyakarta. Saat itu seorang penumpang bernama Mina hendak turun di Cilameri tetapi pengemudi memaksakan untuk menurunkannya di bawah jembatan atau di Cikopo. Sayangnya adu mulut penumpang dan pengemudi bus tak lagi terelakkan karena hal ini.

“Asu-asu ini,” ujar si pengemudi sembari bersikeras untuk menurunkan penumpang tersebut di bawah jembatan.

Namun, karena keberatan di turunkan dibawah jembatan, Mina mengatakan, “Malam-malam begini mau diturunkan dibawah jembatan, ini kan tiketnya perjanjian di agen Cilameri, kenapa harus ke Cikopo atau dibawah jembatan.”

Meski begitu pegemudi tetap menurunkan di Cilameri tetapi sikap emosional dan perlakuan awak bus akan dilaporkan kepada Kementerian Pehubungan. Bahkan seharusnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyeleksi ketat bus reguler dan tambahan di hari libur. Sebab hal ini bisa saja merugikan bahkan mencelakakan penumpang yang ada di dalam bus.

Diketahui, bus yang ditumpangi Mina tersebut berangkat dari Yogyakarta menuju Bekasi, Jawa Barat. Sejak awal beberapa agen tiket menjual dengan harga Rp230 ribu dengan tujuan Cilameri pada dua orang calon penumpang dan diduga menjadi modus jika penumpang tak berhati-hati. Bahkan bisa saja ini akal-akalan agen dan calo yang mencari keuntungan.

Mina saat itu mengakui, bus yng ditumpanginya bukan eksekutif, kursi berdempetan dan banyak yang rusak.

“Celana penumpang ada yang sobek dan tiket harga selangit. Kapok deh beli di agen terminal. Penumpang asal naik dan tidak dipertanggungjawabkan mau kapan benar transportasi bus AKAP Indonesia?” ungkap Mina yang dikutip KabarPenumpang.com dari wartakini.co (2/1/2020).

Dia juga mengaku, perjalanan bus Sari Mustika tersebut berkali-kali berulah seperti ugal-ugalan di jalan bahkan berangkat tidak tepat waktu yang seharusnya 14.30 menjadi 17.00 dan tidak berhenti sama sekali hingga pukul 00.00. Karena tak berhenti ini, semua penumpang tak bisa berhenti untuk makan dan sholat.

“Kapok saya, ini gak berhenti, kasian anak-anak, didalam sumpek, dari awal bus ini sudah berulah, salah menempatkan penumpang hingga bertengkar di terminal Giwangan, karena di tiket tak ditulis nopol bus yang akan digunakan, sementara bus ada tiga dengan jurusan yang hampir sama,” ujar penumpang lainnya.

Baca juga: Pemberian Kupon Makan oleh PO Bus, Bagaimana di Bulan Ramadhan?

Sedihnya lagi saat di rest area pun belum sepuluh menit, bus sudah bersiap bergerak tanpa ada informasi dan membuat penumpang terburu-buru. Selain itu ternyata wiper depan terlepas dan diganti kain yang diikat, bus berhenti di bahu jalan berlama-lama.

“Pokoknya bus Sari Mustika tidak profesional merusak citra PO bus,” ujar penumpang itu lagi.

Leave a Reply