Thursday, May 30, 2024
HomeAnalisa AngkutanBye-bye Barat, Rusia Mulai Produksi Pesawat Tu-214 Gantikan Pesawat Narrowbody Boeing-Airbus

Bye-bye Barat, Rusia Mulai Produksi Pesawat Tu-214 Gantikan Pesawat Narrowbody Boeing-Airbus

Perusahaan BUMN manufaktur pesawat Rusia, United Aircraft Corporation (UAC), mengumumkan dimulainya produksi 20 pesawat narrowbody jarak jauh, Tu-214. Pesawat ini diplot menggantikan pesawat narrowbody Boeing-Airbus yang banyak digunakan maskapai-maskapai Rusia. Dalam waktu dekat, produksinya juga akan ditingkatkan.

Baca juga: ‘Dibeking’ Putin, Maskapai Rusia Mulai Buka Penerbangan Internasional Pakai Pesawat Sukhoi

“Kami akan segera meningkatkan (kapasitas produksi). Kami telah memulai produksi dua puluh pesawat Tu-214,” kata CEO UAC, Yuri Slyusar.

UAC dilaporkan juga tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi pesawat narrowbody (berbadan sempit) lainnya, seperti Sukhoi Superjet 100 dan Irkut MC-21, yang memang digadang-gadang bisa menggerus pasar pesawat narrowbody Boeing dan Airbus.

Selain pesawat narrowbody, perusahaan yang didirikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin itu, nantinya juga akan memproduksi pesawat widebody (berbadan lebar), seperti Ilyushin Il-96, dan Ilyushin Il-76, dan pesawat-pesawat lainnya. Bukan tak mungkin pesawat Il-96 dan Il-76 nantinya bakal diplot untuk menggantikan widebody Airbus dan Boeing.

UAC, yang saham mayoritasnya dimiliki oleh Rostec, tersebut membawa banyak manufaktur pesawat Rusia, mulai dari Ilyushin, Tupolev, Sukhoi, Irkut Corporation, Mikoyan, dan banyak lagi.

Baca juga: Mulai 9 April, Rusia Buka Akses Penerbangan ke 52 Negara Sahabat, Indonesia Termasuk?

Dilansir Aerotime Aero, pada akhir Maret lalu, Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov mengumumkan bahwa manufaktur pesawat Kazan Aircraft Production Association (KAPO), yang masih menjadi bagian dari jaringan perusahaan dirgantara Rusia, diharapkan dapat memproduksi 10 Tu-214 per tahun.

Pada 1 April 2022, Andrei Yelchaninov, anggota Dewan Komisi Industri-Militer Rusia, mengungkapkan bahwa Rusia dapat mendirikan pusat pembuatan pesawat tambahan di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan, untuk menghindari kelangkaan suku cadang karena terus tertekan sanksi internasional di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Fasilitas baru, yang dapat mulai beroperasi pada 2023, diharapkan dapat memproduksi suku cadang untuk berbagai jenis pesawat secara mandiri. Tetapi, perusahaan akan fokus pada pasokan suku cadang pesawat-pesawat buatan dalam negeri, seperti Tupolev Tu-214 dan Ilyushin Il-76.

Rencara tersebut pun sudah sampai di meja Vladimir Putin dan tengah dipelajari lebih lanjut setiap detailnya.

Baca juga: Takut Pesawat Disita Lessor di Luar Negeri, Maskapai Rusia Hanya Operasikan Penerbangan Domestik

“Sedang diupayakan untuk membuat satu pusat di Kazan untuk membuat suku cadang untuk berbagai jenis pesawat, terutama Tu-214 sipil dan kargo Il-76. Diasumsikan bahwa fasilitas tersebut akan dilengkapi terutama dengan mesin buatan Rusia,” kata Yelchaninov.

Saat ini, banyak maskapai Rusia dilaporkan sudah mulai memaksimalkan peran pesawat-pesawat dalam negeri, mengingat pesawat-pesawat buatan barat, mau tak mau harus digrounded atau dioperasikan di pasar domestik saja untuk menghindari penyitaan oleh lessor di negara ketiga.























RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru