Cara Mantan Pramugari Maskapai Alitalia Protes: Lepas Seragam-Pakaian Dalam Kelihatan

0
Mantan pramugari Alitalia melakukan protes ke ITA Airways dengan cara melepas seragam pramugari sampai menyisakan pakaian dalam saja. Foto: CNN Internasional

Bangkrutnya Alitalia dan berdirinya ITA Airways sebagai pengganti maskapai nasional Italia itu berbuntut panjang. Baru-baru ini, sekelompok mantan pramugari Alitalia melakukan protes di Campidoglio, pusat kota Roma, Italia. Mereka melakukan protes dengan cara yang disebut ‘sangat Italiano’ yaitu dengan melepas seragam pramugari hingga menyisakan pakaian dalam saja dan meneriakkan “Kami adalah Alitalia.”

Baca juga: Alitalia Bangkrut, ITA Airways Resmi Jadi Maskapai Nasional Italia

Dilansir CNN Internasional, protes tersebut tidak hanya didasari pemecatan sekelompok pramugari tersebut, tetapi juga kontrak ‘kejam’ yang telah disodorkan ITA Airways dan mau tak mau ditandatangani mereka yang bertahan karena satu dan lain hal.

Serikat pekerja Alitalia atau ITA Airways sebelumnya mengatakan bahwa mereka yang bertahan digaji jauh lebih rendah dibanding sebelumnya.

Tak hanya terpaksa mendapat gaji di luar angka wajar, karyawan Alitalia yang bertahan di ITA Airways juga kehilangan hak-hak mereka sebagai senior alias sama sekali tidak dilibatkan terkait schedule kru yang bertugas. Mereka pun mengancam akan melakukan mogok massal bila tak ada perubahan.

Hal ini tentu saja dibantah mentah-mentah. Presiden ITA Alfredo Altavilla menyebut ancaman aksi mogok massal tersebut sebagai “suatu hal yang memalukan.”

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa karyawan Alitalia yang bertahan di ITA Airways sebelumnya sudah menyetujui kontrak yang disodorkan tanpa adanya paksaan. Tetapi, setelah berjalan, mereka justru membandingkan kontrak mereka dengan driver bus.

“Tawar-menawar kontrak lebih dari selesai. Mereka semua setuju , dan mereka telah menandatangani kontrak yang kami kirimkan kepada mereka,” kata Altavilla kepada Il Fatto Quotidiano beberapa waktu lalu.

Dari 10.500 karyawan Alitalia, diketahui hanya 2.800 yang direkrut kembali oleh ITA Airways. Jauh dari angka yang diinginkan serikat pekerja. Sudah begitu, gaji dan hak-hak pekerja lainnya juga banyak dipotong.

Sebetulnya hal itu sangat wajar secara korporasi. Sebab, suntikan modal negara kepada maskapai nasional itu juga tak terlalu besar.

Kebutuhan armadanya juga masih mengandalkan bekas armada Alitalia. Dari 110 pesawat, total ada 52 armada yang dimanfaatkan ITA Airways.

Baca juga: Kereta Cepat di Italia Lebih Banyak Peminat, Bikin Maskapai Alitalia Tutup

Meski begitu, ke depan, flag carrier Italia itu berencana untuk mengoperasikan all airbus aircraft atau semua pesawat Airbus. Maskapai juga akan memakai vendor lokal untuk kebutuhan interior seperti kursi dan furnitur serta seragam kru.

Bagi penumpang ITA Airways saat ini, warna kebesaran maskapai masih mengekor ke Alitalia. Livery dan warna baru ITA Airways -biru langit sesuai dengan warna kebesaran Timnas sepak bola Italia- baru akan diaplikasikan secara bertahap mulai beberapa bulan ke depan.