Catat Laba Spektakuler di 2018, Cathay Pacific Berencana Akuisisi Hong Kong Express

(Plane Spotters)

Kompetisi yang dihadapi maskapai penerbangan semakin cepat dan berkembang dengan adanya perluasan peta rute. Salah satu maskapai besar Asia yang tengah menghadapi kompetisi itu ialah Cathay Pacific yang bersaing dengan maskapai Cina dan Timur Tengah. Dimana maskapai-maskapai tersebut membuat penumpang tak lagi transit di Hong Kong dan mengarahkan penumpang untuk transit di Dubai atau Doha dengan tarif lebih rendah.

Baca juga: Serba-Serbi Cathay Dragon, Mantan Pesaing Cathay Pacific yang Kini Jadi Anak Perusahaan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airlinegeeks.com (7/3/2019), situasi di atas membuat dampak besar pada Cathay Pacific dan tercatat kerugian mencapai US$74 juta di tahun 2016 dan US$161,4 juta di 2017. Setelah dua tahun berturut-turut merasakan kerugian, baru di tahun 2018, maskapai uatama di Hong Kong ini mencatat laba US$294,8 juta.

Bahkan dengan laba yang cukup, Cathay Pacific bersiap menghadapi kompetisi perluasan rute, persisnya Cathay Pacific akan mengakuisisi maskapai berbiaya hemat (LCC) Hong Kong Express. Akuisisi ini sendiri masih dalam diskusi aktif. HK Express merupakan maskapai LCC satu-satunya di Hong Kong yang berafiliasi dengan Grup HNA Cina. Saat ini, Cathay Pacific telah mempunyai anak perusahan, yaitu Cathay Dragon, yang sebelum diakuisisi bernama Dragonair.

“Ini adalah bagian dari perubahan besar dalam strategi Cathay. Pesaing mengembangkan maskapai murah yang menantang bisnisnya. Saya pikir kesepakatan ini akan bermanfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang,” ujar Steven Leung, direktur eksekutif Cathay Pacific.

Dalam akuisisi ini, Cathay Pacific akan memanfaatkan masalah utang yang ada di Grup HNA Cina dan potensi yang berhadapan dengan para pesaing berbiaya hemat lainnya yang tengah maik daun.

Para pakar mengatakan membeli HK Express akan menjadi langkah yang lebih baik untuk Cathay daripada meluncurkan pembawa anggaran sendiri.

“Ini adalah pertama kalinya Cathay Pacific memasuki pasar anggaran dengan biaya yang relatif rendah. Yang terbaik bagi Cathay untuk mengakuisisi saham di HK Express, daripada Hong Kong Airlines, setidaknya dalam pengeluaran keuangan,” kata K Ajith, direktur Asia Transport Research.

Cathay telah disengat oleh pesaing seperti Singapore Airlines dan Qantas yang masuk di pasar berbiaya rendah. Maskapai tanpa embel-embel, seperti AirAsia bahkan telah memikat penumpang dan memaksa Cathay untuk menjual tiket di bawah biaya standar, dan ini telah berkontribusi terhadap kerugian finansial selama dua tahun.

Rencana Cathay untuk mengakuisisi HK Express terungkap dalam pernyataan perusahaan yang terdaftar di bursa saham Hong Kong. Perusahaan itu menyatakan dalam menanggapi laporan tentang diskusi untuk mengakuisisi Hong Kong Express dan Hong Kong Airlines. Cathay Pacific mengumumkan laba bersih HK $2,3 miliar untuk 2018.

Andrew Lee, seorang pakar ekuitas di Jefferies, mengatakan Cathay berpotensi unggul dari maskapai saingannya yang menuntut akses lebih banyak ke Bandara Internasional Hong Kong (HKIA).

“Kami percaya ini bisa positif untuk Cathay Pacific memberikannya pasar penumpang yang berbeda karena Hong Kong Express adalah maskapai penerbangan bertarif rendah. Kami percaya pihak lain dapat tertarik pada Hong Kong Express mengingat keterbatasan kapasitas di bandara Hong Kong,” katanya.

Cathay Pacific dan Cathay Dragon menguasai sekitar 45 persen slot landasan pacu di Bandra Internasional Hong Kong, mengoperasikan armada gabungan dari 201 pesawat penumpang dan kargo, dan terbang ke 232 tujuan di 53 negara dan wilayah. HK Express, sebagai perbandingan, memiliki sekitar 5 persen dari slot landasan pacu HKIA.

Kesepakatan untuk HK Express akan mendorong kontrol Cathay atas slot landasan pacu sejalan dengan dominasi beberapa maskapai besar lainnya di bandara asal mereka, seperti British Airways di London Heathrow dan Singapore Airlines Group di Changi.

Baca juga: Blunder Beruntun! Cathay Pacific ‘Diskon’ Hampir 90 Persen Tiket Penerbangan Portugal – Hong Kong

Jika akuisis terjadi, maskapai HK Express akan menjadi maskapai keempat dari Cathay Pacific Group. Grup ini sudah memiliki Cathay Pacific Airways, Cathay Dragon Airlines, dan AHK Air Hong Kong Cargo.