Cathay Pacific Hibahkan Boeing 777-200 Perdana Ke Museum Dirgantara di Arizona

Boeing 777-200 yang dihibahkan Cathay Pasific ke Arizona (cathaypacific.com)

Bagi maskapai Garuda Indonesia, sosok pesawat berbadan lebar Boeing 777 series masih tergolong baru, bahkan pesawat twinjet ini masih sangat diandalkan untuk melayani rute penerbangan jarak jauh, contohnya seperti rute penerbangan langsung Jakarta-London. Nah, baru bagi Garuda Indonesia, tapi ternyata beda dengan maskapai kebangggan asal Hong Kong, Cathay Pacific.

Baca juga: The Boneyard, Inilah Tempat Bersemayam Para Pesawat Setelah Pensiun dari Masa Tugasnya

Pesawat Boeing 777 pertama milik Cathay Pacific diwartakan akan disumbangkan ke Pima Air dan Space Museum di Arizona yang merupakan museum kedirgantaraan tersbesar di dunia. Hal ini disampaikan Cathay Pacific dan Boeing setelah pesawat 777-200 ini memasuki masa pensiunnya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cathaypacific.com (17/9/2018), pesawat 777-200 yang ikonik dengan nomor penerbangan WA001 dan terdaftar sebagai B-HNL pada 18 September 2018 kemarin terbang dari rumah Cathay Pacific di Hong Kong ke Tucson di Arizona. Pesawat ini sendiri akan bergabung dengan lebih dari 350 pesawat bersejarah lainnya.

Pesawat 777-200 milik Cathay Pacific ini pertama kali diterbangkan Boeing pada 12 Juni 1994 dan terus digunakan sebagai pesawat uji selama beberapa tahun. Hingga akhirnya bergabung dengan Cathay Pacific tahun 2000 lalu dan pensiun pada Mei 2018 kemarin setelah 18 tahun beroperasi.

Dengan kode B-HNL, Cathay Pacific hibahkan armadanya ke museum di Arizona (cathaypacific.com)

Selama beroperasi dalam kurun waktu 18 tahun bersama Cathay Pacific, Boeing 777-200 B-HNL melayani 20.519 penerbangan dan mencatat waktu terbang selama 49.687 jam. Chief Executive Officer Cathay Pacific, Rupert Hogg mengatakan, sebagai yang pertama di dunia 777, B-HNL memiliki tempat yang istimewa dalam sejarah baik maskapai Cathay maupun penerbangan komersial.

“Kami sangat senang itu akan segera membawa kesenangan bagi para penggemar di rumah barunya di Arizona,” ujar Hogg.

Cathay sendiri merupakan salah satu dari segelintir maskapai penerbangan yang memberikan masukan bagi 777 pada tahap desain. Dimana memberikan maskapai yang berbasis di Hong Kong ini kesempatan unik untuk memperbaiki fitur pesawat agar sesuai dengan kebutuhannya.

Di antara permintaan itu ada penampang kabin yang serupa dengan Jet Jumbo 747, kokpit dengan kaca modern, sistem fly-by-wire dan yang terpenting biaya pengoperasian yang lebih rendah. Hari ini, Cathay Pacific mengoperasikan salah satu armada 777 terbesar di dunia.

Baca juga: Pensiun dari Dunia Aviasi, Boeing 747 Disulap Jadi Restoran Mewah

“Cathay Pacific telah berperan dalam keberhasilan luar biasa dari program 777. Maskapai ini berkontribusi besar terhadap desain asli pesawat dan telah menjadi salah satu duta terbesarnya sejak itu. Sekarang mereka adalah pelanggan peluncuran untuk pesawat 777X baru kami. Kami sangat senang dapat bermitra dengan Cathay dalam donasi ini ke museum sebagai cara untuk berbagi kisah luar biasa dari Boeing 777 untuk tahun-tahun mendatang,” ujar Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes Kevin McAllister.

Cathay adalah pelanggan peluncuran untuk pengganti 777, 777X yang akan terbang pada kuartal pertama 2019 dengan pengiriman yang diharapkan akan dimulai pada Desember 2019. Selain itu juga Cathay Pacific antusias dalam menantikan pesawat Boeing 777-9 yang canggih pada 2021 mendatang.