Cavenagh Bridge, Jembatan Tertua di Singapura. Indonesia Punya Lebih Tua, Lho!

Sumber: flickr

Melintang di atas Singapore River yang terletak di tengah kota, membuat jembatan ini mudah ditemui jika Anda tengah berkunjung ke Negeri Singa. Jembatan yang diresmikan pada tahun 1870 ini hingga kini masih mempertahankan bentuk aslinya. Pada awalnya, jembatan ini diberi nama Edinburgh Bridge, namun diganti sebagai penghormatan terhadap Gubernur terakhir Straits Settlements yang ditunjuk India, Major General William Orfeur Cavenagh. Perkenalkan, ini dia salah satu jembatan tertua di Singapura, Cavenagh Bridge.

Baca Juga: Barelang, Jembatan Dengan Seribu Nama dan Cerita

Jembatan ini menghubungkan Civic District di tepi utara ke Commercial District di tepi selatan Singapore River. Sebelum jembatan ini dibangun, para warga yang hendak menuju seberang diharuskan menggunakan perahu dan membayar seperempat sen. Pada awalnya, Cavenagh Bridge dirancang sebagai jembatan gantung, namun pada saat penyelesaiannya, jembatan ini ternyata lebih cocok dengan struktur tetap.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman eresources.nlb.gov.sg, pengerjaan konstruksi jembatan ini  dimulai pada tahun 1869 dan diresmikan setahun kemudian. Seiring perkembangan jaman, jembatan ini mulai kewalahan mengatasi peningkatan lalu lintas yang melintas di atasnya, maka dari itu pemerintah segera membangun Anderson Bridge pada 1910. Setelah Anderson Bridge rampung dan lalu lintas dipadatkan ke jembatan tersebut, Cavenagh Bridge beralih fungsi menjadi jembatan khusus pejalan kaki.

Demi mempertahankan nilai sejarah dari jembatan tersebut, sebuah papan peringatan yang dibuat oleh otoritas setempat pada masa itu masih berdiri kokoh hingga kini. Papan yang terdapat di kedua ujung jembatan tersebut berisikan himbauan beban angkut jembatan yang tidak boleh melebihi 152 kg, termasuk sapi dan kuda.

Monumen Papan Peringatan di Salah Satu Sisi Cavenagh Bridge. Sumber: roots.sg

Kini jembatan tersebut sudah sepenuhnya beralih fungsi menjadi jembatan penyebrangan orang yang hampir setiap hari dilewati oleh warga Singapura. Penambahan lampu-lampu yang menyala pada malam hari membuat jembatan tersebut semakin terlihat eksotis nan megah. Jembatan yang terletak di depan Hotel Fullerton tersebut kini sudah bertransformasi menjadi sebuah jembatan pejalan kaki yang sangat nyaman di Singapura, dengan beberapa perbaikan tanpa merubah struktur asli dari jembatan ini.

Jembatan Kota Intan. Sumber: Pinterest

Jika di Singapura punya Cavenagh Bridge sebagai jembatan tertua di sana, berbeda dengan Jakarta yang memiliki Jembatan Kota Intan, dimana jembatan yang dibangun pada tahun 1628 ini didaulat sebagai jembatan tertua di Indonesia. Jembatan yang dibangun oleh VOC ini terletak di Kali Besar kawasan Kota Tua, Jakarta Barat dan berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Pada tahun 1628-1629 Jembatan Kota Intan pernah rusak akibat penyerangan pasukan Banten dan Mataram. Kemudian dibangun kembali oleh VOC Belanda pada tahun 1630 dan berganti nama menjadi “Jembatan Pasar Ayam”, karena lokasinya yang berseberangan dengan pasar ayam. Pada tahun 1655, jembatan ini dibangun kembali menggunakan bebatuan setelah jembatan sebelumnya yang terbuat dari kayu, hancur diterjang banjir.

Baca Juga: Tahan Terpaan Bencana Alam, Jepang Perkenalkan Jembatan Darurat Multifungsi

Walaupun jembatan ini sudah berkali-kali berganti nama, namun bentuk dan gayanya tidak berubah hingga saat ini. Pada abad ke17 kapal-kapal masih dapat berlayar lebih jauh ke arah hulu Sungai Ciliwung dengan cara mengangkat bagian tengah jembatan itu ke atas.