Cedera dan Tak Bekerja Tujuh Bulan, Pramugari ini Gugat Mendiang Dolores O’Riordan

Seorang pramugari Aer Lingus menggugat penyanyi Dolores O’Riordan dengan tuduhan menyebabkan cedera dan tak bisa bekerja selama tujuh bulan. Carmel Coyne pramugari yang melaporkan mendiang Dolores tersebut saat itu terperangkap dalam insiden yang menyebabkan vokalis The Cranberries itu dikeluarkan dari pesawar Aer Lingus lima tahun yang lalu.

Baca juga: Dipukuli Awak Kabin, Penumpang Pria Gugat American Airlines dan Tuntut US$160 Ribu

Coyne juga menuntut maskapai Aer Lingus tempatnya bekerja itu atas insiden pada 11 November 2014 lalu. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (14/10/2019), proses pengadilannya sendiri dimulai awal 2017.

Pada Senin (14/10/2019), Pengadilan Tinggi diberi tahu hari ini bahwa dia telah mengajukan permohonan untuk mengubah judul kasus tersebut untuk membawanya ke ahli waris milik penyanyi itu. Kemudian pengacara keluarga Dolores, Tadhg Dorgan, memberi tahu Hakim Charles Meenan bahwa perwakilan keluarga telah mengetahui akan gugatan tersebut.

Hakim kemudian mengganti nama Dolores O’Riordan dengan nama perwakilan pribadinya yakni saudara laki-laiknya dan mantan akuntan The Cranberries Peter J O’Riordan dan mantan anggotan bandmate Nollaig Hogan, Riverwie Heights, Cahara, dan Glin Co Limerick.

Insiden ini diceritakan pengacara Coyne, Emma Colleran bahwa, kasus ini terjadi pada 10 November 2014 lalu ketika kliennya adalah awak kabin senior Aer Lingus. Dolores yang menjadi penumpang dalam penerbangan itu diduga sengaja menyebabkan cedera pada Coyne dengan menginjak kakinya dan secara fisik menyerang dia serta membatasi Coyne untuk bergerak.

Coyne mengklaim atas hal tersebut dirinya harus terkena pelanggaran hak privasi dan mencari nafkah. Di mana dalam insiden tersebut Coyne tidak bisa bekerja selama tujuh bulan.

Dalam pembelaannya pada Juli 2017, Dolores membatah klaim tersebut padahal tahun 2016 lalu dia mengaku bersalah dan melarikan diri setelah hakim menuduhkan perkaranya. Di pengadilan distrik Ennis, hakim mengatakan Dolores telah melakukan headbutt dan meludahi seorang petugas yang datang untuk mengeluarkannya dari pesawat ketika mendarat di Shannon.

“Aku ikon, aku Ratu Limerick,” teriak Dolores kala itu.

Hakim mengatakan, memiliki kekurangan pada kesehatan mentalnya dan pernah dirawat dengan sukses karena gangguan afektif bipolar. Dia tidak akan diperlakukan berbeda dari yang lainnya.

Baca juga: Jatuh dari Tangga Pesawat, Eks Pramugari Qantas Tuntut Rp4,5 Miliar untuk Cidera Permanen

Sayangnya, pada 15 Januari 2018, Dolores ditemukan tewas di kamar mandi di kamar hotel di London. Mrs O’Riordan dirawat dengan sukses karena gangguan afektif bipolar dan tidak ada bukti dia merasa ingin bunuh diri, kata petugas koroner.

Maria Okta

Share
Published by
Maria Okta

Recent Posts

Menjadi Pusat Ziarah, Stasiun Ayodhya Dibangun dengan Standar Kelas Dunia

Stasiun Ayodhya yang dibangun kembali, desain gambarnya baru-baru ini dirilis oleh Indian Railways. Pembangunan ini…

9 hours ago

Cabin Fever, Film yang Dibuat Melalui Aplikasi Zoom dan WhatsApp

Segala sesuatunya telah berubah ketika virus corona baru atau Covid-19 menjadi pandemi di seluruh dunia.…

15 hours ago

Bukan Monster, Ada Shakoki-Dogu di Stasiun Kizukuri Simbol Kota Tsugaru

Ada raksasa yang mirip dengan Dogouf, salah satu musuh kolosal pahlawan tokusatsu Ultraman di stasiun…

1 day ago

Saat Masker Tak Anda Gunakan, Sebaiknya Simpan di Kantung Tertutup

Masker menjadi salat satu atribut yang wajib digunakan ketika seseorang pergi keluar rumah di masa…

2 days ago

Kasihan, Sukhoi Superjet 100 Tak Terima Satupun Pesanan Tahun Ini

Nasib Sukhoi Superjet 100 tengah terkatung-katung. Pesawat komersial penumpang pertama yang dibuat di Rusia setelah…

2 days ago

Maskapai Mana yang Paling Lama Operasikan Boeing 747?

Tahun 2020 bisa dibilang sebagai salah satu waktu tersuram di industri penerbangan. PHK dimana-mana, pesawat…

2 days ago