Monday, July 15, 2024
HomeBus dalam kota"Cilokan" Suplemen Pendapatan Awak Mayasari Bakti

“Cilokan” Suplemen Pendapatan Awak Mayasari Bakti

Cilok selama ini dikenal sebagai jajanan berbahan dasar tepung sagu atau aci yang mudah sekali ditemukan di titik-titik keramaian. Nama cilok sendiri diambil dari singkatan aci dicolok lantaran cara memakannya yang menggunakan tusuk gigi atau batang lidi.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Juga Punya “Ceperan”, Ternyata Ini Sumbernya

Namun, tahukah Anda bahwa cilok punya arti yang berbeda di kalangan awak bus kota Mayasari Bakti. Cilok atau kadang juga disebut cilokan adalah sebutan untuk penumpang yang tidak tercatat oleh petugas kontrol atau checker.

Checker bertugas untuk menghitung jumlah penumpang yang diangkut per perjalanannya. Biasanya checker menunggu bus di titik tertentu yang sebagian besar adalah halte atau titik naik turun penumpang.

Bus wajib berhenti walaupun tidak ada penumpang naik atau turun untuk diperiksa jumlah penumpangnya oleh checker. Pemeriksaan itu dilakukan agar tidak ada manipulasi jumlah penumpang yang dilaporkan oleh awak bus kepada perusahaan.

Jumlah penumpang yang tercatat ini berpengaruh terhadap pendapatan awak bus maupun perusahaan. Makin banyak jumlah penumpang tentu saja makin banyak pendapatan keduanya, begitupun sebaliknya.

Dengan kata lain, checker sengaja disiapkan agar awak bus tidak memanipulasi laporan jumlah penumpang ke perusahaan. Walaupun demikian, praktik di lapangan bisa saja berbeda karena ada kemungkinan checker dan awak bus bersekongkol melaporkan jumlah penumpang jauh lebih sedikit dari sebenarnya.

Bagi awak bus yang bekerja dengan baik, tentu saja mereka akan menghindari cara tak terpuji itu. Mereka lebih memilih untuk mencari “ceperan” lainnya lewat cilok atau cilokan.

Asep, pengemudi Mayasari Bakti Patas AC05 Bekasi Timur-Blok M menyebut cilok atau cilokan adalah penumpang yang naik dan membayar tetapi tidak tercatat oleh checker. Mereka biasanya adalah penumpang jarak dekat.

Cilok atau cilokan memang hanya ada di bus Patas maupun Patas AC Mayasari Bakti trayek jauh dari Jakarta menuju wilayah penyangga seperti Bekasi, Tangerang, Cileungsi, Cibitung, dan Cikarang. Semuanya tentu saja melintas di jalan tol.

“Cilokan ini sewa [penumpang] yang naik sebelum atau sesudah checker. Biasanya penumpang jarak dekat yang tarifnya juga enggak dihitung penuh, biasanya separuh tarif penuh,” katanya.

Asep menjelaskan busnya jika berangkat dari Bekasi harus berhenti di checker yang ada di Halte Tol Jatibening. Sebaliknya, jika bus berangkat dari Blok M checker berada di Halte Kartika Chandra tepat sebelum bus memasuki tol.

“Penumpang yang naik dari Blok M ke Semanggi, sebelum [Halte] Kartika Chandra itu masuknya cilokan. Bayarnya biasanya ya Rp5.000, penumpang jarak dekat. Begitu juga kalau dari Tol Jatibening ke Bekasi,” tuturnya.

Menurut Asep perusahaan tak mempermasalahkan praktik itu. Intinya selagi penumpang tak tercatat oleh checker maka awak bus berhak sepenuhnya atas uang dari penumpang tersebut.

Baca juga: “Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus

“Boleh kok, udah dari dulu begitu. Lagian, cilokan seberapa banyak sih? Kita juga enggak main asal angkut nanti bisa rame ribut sama angkot atau bus lain yang main jarak dekat. Sekarang ada ojek online sama Transjakarta cilokan juga jadi sepi,” ungkapnya. [Bisma Satria]

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru