Cina Adaptasi Sistem Pembayaran Tiket Kereta Bawah Via Smartphone Android

Sumber: Mashable

Nampaknya warga Cina tengah berbahagia karena bisa menikmati sebuah sistem pembayaran baru untuk moda kereta bawah tanahnya. Tidak lagi menggunakan uang tunai atau sistem tap-cash, melainkan mereka cukup melakukan pembayaran menggunakan ponsel mereka masing-masing.

Baca Juga: Contactless Payment Paling Cocok Untuk Mass Transportation

Namun, layanan tersebut masih belum bisa digunakan di kota-kota lain, selain Ibu Kota Cina, Beijing. Hal ini dikarenakan uji coba terbatas yang sudah dilakukan sejak bulan Juni silam. Seperti yang KabarPenumpang.com himpun dari laman techinasia.com (15/7/2017), Layanan pembayaran menggunakan ponsel ini mulai bisa digunakan per minggu ini. Animo masyarakat untuk mencoba sistem baru ini juga bisa dibilang cukup tinggi, walaupun beberapa diantara mereka masih ada yang kebingungan. Dilansir dari laman sumber, otoritas setempat menemukan satu masalah dalam metoda pembayaran baru ini, yaitu hanya pengguna ponsel bersistem Android-lah yang dapat menggunakannya.

Nampaknya para pengguna ponsel bersistem iOS dari Apple harus menggigit jari, dikarenakan NFC (Near Field Communication) atau teknologi pembayaran contactless milik sistem iOS terkunci oleh Apple Pay. Jadi untuk saat ini, hanya pengguna ponsel Android-lah yang dapat membuka gerbang menuju peron. Selama Anda menggunakan ponsel yang masih tergolong baru, Anda bisa menjajal kereta bawah tanah di Beijing cukup dengan menggunakan aplikasi di ponsel Anda, karena biasanya di setiap ponsel yang masih tergolong baru memiki chip NFC yang tertanam di dalamnya.

Untuk menggunakannya, para penumpang jaringan kereta bawah tanah di Beijing hanya perlu mengunduh versi digital dari kartu perjalanan jaringan ke dalam ponsel pintar mereka. Setelah terunduh, mereka bisa melakukan pengisian ulang saldo dengan berbagai pilihan harga.

Terhitung sejak masa uji coba sebelumnya, Beijing, kota yang memiliki kurang lebih 21 juta penduduk ini mulai merasakan antusias masyarakatnya dalam menggunakan sistem pembayaran baru ini. Terbukti sudah 200.000 ponsel yang ditempelkan ke mesin pemindai, dimana hal tersebut meningkatkan sistem berbayar harian sebanyak dua persen.

Baca Juga: E-Ticket, Antara Mempermudah Atau Memperkeruh

Sementara itu, salah satu kota besar di Cina dengan 14 juta penuduknya, Guangzhou dikabarkan juga tengah mempersiapkan sistem pembayaran serupa karena melihat kesuksesan Beijing dalam meraup pangsa pasar yang lebih besar. Saat ini, Cina memimpin dalam urusan pembayaran moda transportasi menggunakan ponsel. Kementerian Teknologi Cina mencatat, sebanyak 511 juta orang menggunakan Alipay serta WeChat untuk melakukan transaksi online. Sementara itu 463 juta orang lainnya menggunakan ponsel untuk melakukan pembayaran, seperti di toko maupun di restoran. Data tersebut dilansir per awal bulan Agustus 2017.