Cirahong, Jembatan Double Deck Satu-Satunya di Indonesia

0

Jembatan dengan dua fungsi tak hanya ada di luar negeri saja seperti di Sydney, Australia ataupun di Manhattan, Amerika Serikat, namun di Indonesia, di kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis tepatnya di Manonjaya juga punya yang berperan ganda, sebagai perlintasan kereta api dan perlintasan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.  Dan nama jembatan tersebut adalah jembatan Cirahong.

Jembatan Cirahong berdiri di ketinggian 66 meter di atas dasar Sungai Citanduy. Jembatan ini dibangun dengan konstruksi rangka baja dengan tiang-tiang yang cukup rapat, berdasarkab informasi yang KabarPenumpang.com peroleh di lokasi, diketahui panjang jembatan ini mencapai 202 meter.

Jembatan Cirahong memiliki dua platform yang bisa di gunakan untuk dua macam transportasi. Bagian atas jembatan ini diperuntukkan jalur kereta reguler dari PT KAI Daerah Operasional 2 (Daop) Bandung , sementara platform bagian bawahnya dirancang untuk lalu lintas biasa seperti mobil, motor, sepeda hingga pejalan kaki. Namun, kendaraan biasa yang akan menggunakan jalur bawah haruslah mengatri atau bergantian, sebab ukuran jembatan relatif sempit dan hanya bisa dilalui satu mobil. Dari pantuan di lokasi,  untuk mengatur lalu lintas di jalur kendaraan pribadi ada petugas di ujung-ujung jembatan yang bekerja bergantian selama 24 jam.

Foto : Samud Alidikrama

 

Deck bagian bawah jembatan Cirahong, hanya dapat dilintasi satu kendaraan roda empat. Foto: reonkpost.com

Faktanya jembatan Cirahong menjadi satu-satunya peninggalan Belanda di kabupaten Ciamis. Pembangunannya sendiri dimulai tahun 1893 dan menjadi bagian pembangunan rel kereta api jalur selatan di Pulau Jawa oleh Pemerintah Belanda. Namun konstruksi jembatan ini sempat diperkuat tahun 1934.

Sejarah pembuatan jembatan Cirahong ini tak lepas dari campur tangan Bupati Galuh Ciamis yakni RAA Kusumadiningrat atau Kanjeng Prebu. Pada masa itu, jalur kereta dibangun trayek selatan dengan melintasi Bandung, Garut, Tasik dan Banjar yang menyambung ke Jawa Tengah. Sebenarnya pembangunan kereta api ini bukan hanya untuk mengangkut penumpang melainkan untuk mengangkut hasil bumi Priangan seperti kapas, kopi, kapol dan yang lainnya ke Jakarta.

Pada awalnya jembatan ini tidak dirancang dengan terpadu, sebab dari gambar konsep yang dibuat oleh pemerintah Belanda hanya untuk melayani jurusan kereta dari Tasikmalaya namun tak melintasi kota Ciamis. Tetapi justru membawa jalur ke Cimaragas atau sebelah selatan sungai Citanduy kemudian menuju Banjar dan terbagi dua ke Pangandaran dan Cilacap. Akibat permasalahan bila harus melewati sungai Citanduy, maka dibangun dua jembatan dengan biaya mahal.

Foto : Samud Alidikrama

Tak hanya menjadi jalur pengangkutan massal dan hasil bumi, jembatan dengan panjang 202 meter ini memberikan pemandangan yang eksotis karena berada di antara dua bukit di pinggir sungai. Bila kereta melintas jembatan ini, akan melihat sungai Citanduy dan pemandangan bukit yang mengapit jembatan Cirahong. Tak hanya pengguna kereta maupun pengguna kendaraan pribadi, masyarakat sekitar juga bisa menikmati keindahan jembatan ini saat pagi hari atau mengabadikan lalu lintas kereta api yang melintas.

Jembatan Cirahong bila ditelisik modelnya mirip dengan Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat. Jembatan ini dibangun 10 tahun sebelum pembangunan Jembatan Cirahong, memiliki fungsi yang sama dengan atas untuk jalur kereta sedangkan jalur bawahnya digunakan untuk lalu lintas kendaraan. Perbedaanya untuk jembatan Brooklyn, memiliki dua jalur untuk kereta dan dua jalur untuk kendaraan di bagian bawahnya. Dan diketahui, jembatan Brooklyn adalah jembatan dengan suspensi kabel baja pertama di dunia.

Pixabay.com

Leave a Reply