CityHawk VTOL, Moda Urban Futuristik Berbahan Bakar Hidrogen

CityHawk VTOL. Sumber: newatlas.com

Sebentar lagi, kita akan menyambut era dimana sejumlah moda transportasi akan menjadikan udara sebagai area mobilitasnya. Tidak hanya pesawat yang sebentar lagi akan menghiasi angkasa, melainkan mobil pun akan menjadi bagian dari moda udara. Seperti yang baru saja dideklarasikan oleh Israel Urban Aeronautics (UA), dimana perusahaan ini tengah masuk ke fase pengembangan skala penuh mobil terbang andalannya, CityHawk Vertical Take-Off Landing (VTOL).

Baca Juga: Cormorant, Satu-Satunya Unmanned Aerial Vehichle yang Diakui NATO

CityHawk VTOL sendiri merupakan mobil terbang bertenaga hibrida pertama yang dikemudikan oleh manusia, dimana moda futuristik ini mampu menembus kecepatan 170 mph atau yang setara dengan 273,6 km per jam. Dilengkapi dengan enam kursi penumpang, moda ini sendiri – menurut perusahaan – akan dikonversikan menjadi moda berbahan bakar hidrogen selepas tahun 2022 mendatang.

Alih-alih menggunakan sayap untuk mengudara, CityHawk VTOL ini sedikit berbeda dengan kebanyakan moda udara konvensional tersebut. Mengandalkan sepasang baling-baling raksasa yang terletak pada bagian depan dan belakang moda sebagai instrumen penggeraknya, dimana itu akan disokong oleh sepasang turboshaft engine berkekuatan 1.000 HorsePower.

Sumber: newatlas.com

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (24/7/2018), penggunaan sepasang turboshaft itu sendiri akan terkoneksi dengan generator elektrik yang akan mengisi baterai untuk menyalakan twin thruster props – yang memungkinkan CityHawk VTOL untuk bergerak maju. Terhitung hingga berita ini diturunkan, Israel UA telah melakukan lebih dari 250 uji coba penerbangan.

Adapun desain unik yang terdapat pada CityHawk VTOL ditujukan untuk menyesuaikan moda tersebut dengan regulasi Federal Aviation Administration (FAA) – dimana CityHawk VTOL masuk ke dalam golongan twin-engine helicopter. Untuk masalah polusi suara, Israel UA mengklaim bahwa mahakaryanya ini tidak menghasilkan suara bising dan akan tertutup oleh kebisingan yang terjadi di jalanan.

Tahun 2022 menjadi tenggat waktu terakhir bagi perusahaan untuk menyempurnakan CityHawk VTOL – sebelum akhirnya disertifikasi dan diubah menjadi moda bertenaga hidrogen. Dengan begitu, moda ini akan menjadi lebih ramah lingkungan.

Sama seperti beberapa mobil terbang lainnya, CityHawk VTOL pun akan dilengkapi dengan parasut balistik yang ditujukan sebagai instrumen keselamatan – semisal moda ini dilanda situasi darurat seperti mati mesin dan lain-lain. Namun sejumlah kalangan meragukan kehadiran dari parasut ini, pasalnya parasut membutuhkan waktu untuk sepenuhnya mengembang dan dapat menahan laju jatuh dari CityHawk VTOL.

Baca Juga: BlackFly, Moda VTOL Personal dengan Fleksibilitas Tinggi

Apa jadinya semisal parasut baru mengembang pada ketinggian 20 kaki di atas permukaan tanah? Nampaknya itu tidak berpengaruh banyak pada keselamatan penumpang yang ada di dalamnya, bukan? Ada baiknya kita nantikan saja perkembangan selanjutnya dari moda futuristik ini!