“Confident Travel Initiative” Jadi Strategi Boeing Pastikan Penumpang Terbang Tanpa Ragu Selama dan Pasca Corona

0
Sumber: Twitter @Boeing

Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) menyebut industri penerbangan mungkin akan perlahan bangkit setelah kuartal II atau Juli mendatang. Bersiap dengan kemungkinan tersebut, Boeing dilaporkan akan mendorong penumpang untuk kembali bepergian menggunakan pesawat dengan strategi “Confident Travel Initiative”.

Baca juga: Canggih! Airbus Kembangkan Sensor ‘Ubur-ubur’ untuk Deteksi Virus Corona dan Bahan Peledak

Inisiatif yang dipimpin langsung oleh wakil presiden Boeing untuk Trnaspormasi Digital, Mike Delaney, nantinya akan menawarkan solusi baru untuk membantu meminimalkan risiko kesehatan di setiap perjalanan udara selama wabah Covid-19. Tak hanya itu, strategi tersebut juga akan mendorong kesadaran penumpang terhadap berbagai perlindungan kesehatan yang sudah ada.

“Ketika perjalanan udara perlahan mulai kembali dan pembatasan (perjalanan) mereda di seluruh dunia, kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami, mulai dari bagian tim yang merancang, memproduksi, dan melayani (pembelian) pesawat terbang serta semua yang menerbangkannya,” kata Presiden sekaligus CEO Boeing, David Calhoun, sebagaimana dikutip dari foxbusiness.com.

“Keahlian teknis mendalam Mike, keterampilan kepemimpinan, pengetahuan industri, dan hasrat besar bagi pelanggan kami membuatnya memiliki kualifikasi unik untuk memimpin upaya ini,” tambahnya.

Guna memuluskan strategi tersebut, tim “Confident Travel Initiative” nantinya tidak akan bekerja sendiri, melainkan juga akan menggandeng berbagai pihak terkait, mulai dari maskapai penerbangan, regulator global, pemangku kebijakan industri dunia penerbangan, penumpang, pakar penyakit menular, dan spesialis perilaku atau kebiasaan penumpang untuk membuat rekomendasi aturan-aturan keselamatan di seluruh industri agar memastikan penumpang dan kru maskapai dapat kembali bepergian dengan pesawat tanpa ada keraguan sedikitpun.

Di samping itu, mereka (tim “Confident Travel Initiative”) juga akan bekerja dengan operator penerbangan untuk memberi tahu penumpang dan kru tentang bagaimana pesawat dibersihkan dengan rutin dan secara menyeluruh menggunakan bahan-bahan atau cairan disinfektan yang telah terverifikasi kualitasnya, dalam hal ini teruji untuk membunuh virus corona.

Selain itu, tim juga akan mengadvokasi penggunaan masker, pemeriksaan suhu, serta berbagai prosedur lainnya yang ditingkatkan di seluruh pesawat Boeing; termasuk di dalamnya, Boeing juga akan mempromosikan teknologi High Efficiency Particulate Arresting (HEPA) dinilai mampu menyerap dan mengubah udara kotor (bahkan ukuran lebih kecil dari dari 2,5 mikrometer sekalipun) menjadi udara yang bisa diterima dengan baik oleh tubuh serta diklaim mampu membunuh 99 persen bakteriologis, tak terkecuali dengan virus Cina.

“Komitmen kami untuk memastikan kesehatan penumpang dan kru maskapai tidak tergoyahkan. Kami bekerja dengan berbagai pihak untuk meningkatkan prosedur kebersihan pesawat dan mengidentifikasi area lain untuk mengurangi risiko penularan penyakit melalui udara (airborne),” ujar Mike Delaney.

Baca juga: Tragis! Boeing 737 Southwest Airlines Tabrak Orang Hingga Tewas Saat Mendarat

Senada dengan CEO Air Canada, Calin Rovinescu, terkait proses recovery untuk sampai kembali ke titik sebelum adanyan pandemi corona, CEO Boeing, David Calhoun, memperkirakan setidaknya dibutuhkan waktu tiga tahun.

“Jika saya mensurvei semua pelanggan kami dan saya mulai dari sini (survei tersebut) di AS, dan tentu saja kami lakukan, sebagian besar berusaha menghubungi dengan pengembalian sekitar 30 persen hingga 50 persen pada akhir tahun ini. Banyak yang akan tergantung pada bagaimana publik merespons keamanan kabin maskapai, dan lain sebaginya,” tutup Calhoun.

Leave a Reply