Courchevel, Bandara Ekstrem di Adegan James Bond “Tomorrow Never Dies”

0
Salah satu adegan James Bond ingin menerbangkan pesawat di Bandara Courchevel. Foto: Screenshot

Siapa di antara pembaca sekalian yang tak kenal dengan James Bond, seorang agen intelijen M16 (Inggris) yang kerap membuat decak kagum penonton lewat adegan-adegan berbahayanya? Berbicara film, yang salah satunya dibintangi oleh aktor kawakan Pierce Brosnan tersebut, memang tidak ada habisnya. Mulai dari perlatan canggih yang kerap ditonjolkan hingga tempat-tempat ‘wow’ yang tak jarang menjadi lokasi shooting. Salah satunya Bandar Udara (Bandara) Courchevel yang digunakan dalam sekuel James Bond “Tomorrow Never Dies.”

Baca juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

Bandara yang terletak di daerah Rhone, Alpes, Perancis tersebut menjadi salah satu destinasi dari sekian banyak destinasi favorit yang terdapat di negara yang terkenal dengan produk anggurnya tersebut. Selain terkenal karena pernah menjadi lokasi shooting film James Bond serta panoramanya yang mempesona, Bandara Courchevel terkenal juga karena lokasinya yang ekstrem untuk mendaratkan pesawat

Dikatakan ekstrem, bandara yang dibuat untuk memudahkan wisatawan berkunjung ke resor-resor ski ternama di Courchevel, hanya memiliki panjang landasan sejauh 537 meter saja, cukup pendek dibanding bandara-bandara pada umumnya yang memiliki panjang landasan sejauh 1.200 atau 1.800 meter.

Tak hanya itu, dikutip dari laman courchevel.com, selain berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), bandara ini juga memiliki tingkat kecuraman yang tinggi, mencapai 18,66 persen. Tak heran, dengan kecuraman tersebut, lokasi ini menjadi destinasii favorit bagi para pecinta ski dari seluruh dunia. Tetapi, untuk ukuran penerbangan, tingkat kecuraman tersebut tergolong ekstrem. Cukup ekstrem untuk membuatnya menjadi salah satu bandara paling berbahaya di dunia. Bahkan yang paling berbahaya di dunia bila dilihat dari tingkat kecuraman.

Baca juga: Beken dengan ‘Atraksi’ Jet Blast, Bandara Princess Juliana Ternyata Pernah Makan Korban Jiwa

Hal lainnya yang membuat bandara ini menjadi yang paling berbahaya di dunia, bersama bandara Bandara Juancho E. Yrausquin di Kepulauan Saba yang memiliki landasan terpendek di dunia dan beberapa bandara lainnya di Nepal, Bhutan, hingga Portugal, bila bandara pada umumnya pilot mendapat instruksi dan petunjuk pendaratan dari menara Air Traffic Control (ATC), di Bandara Courchevel hal-hal tersebut tidak tersedia. Tak hanya itu, sistem pencahayaan yang kurang memadai dan landasan pacu yang licin (karena salju dan embun) hingga membuat sistem pengereman menjadi tidak maksimal juga semakin menambah ‘horor’ bandara tersebut.

Maka dari itu, jangan heran, bila mendarat di bandara ini saat kondisi gelap atau berkabut akan mustahil dilakukan. Meski menjadi salah satu yang paling ekstrem, menurut catatan penerbangan, nyaris belum ada laporan kecelakaan fatal yang banyak memakan korban jiwa.

 

Leave a Reply