Dassault Aviation Luncurkan Falcon 10X, Jet Bisnis Ultra Jarak Jauh dengan Sentuhan Jet Tempur Rafale

0
Falcon 10X. Foto: Dassault Aviation

Tak puas usai meluncurkan jet bisnis dengan kabin terluas dan tertinggi di dunia, Falcon 6X, Dassault Aviation mengaku bakal meluncurkan jet bisnis terbarunya, Falcon 10X pada 2025 mendatang. Jet bisnis tersebut bukan pesawat sipil biasanya, melainkan akan disematkan berbagai fitur jet tempur Rafale.

Baca juga: Dassault Aviation Luncurkan Falcon 6X, Pesawat dengan Kabin Terluas dan Tertinggi di Dunia

Jet bisnis ultra jarak jauh itu nantinya akan bersaing dengan Global 7500 Bombardier yang sudah hadir sejak 2018 silam dan Gulfstream G700, meluncur pada 2022 mendatang. Kendati masih kalah cepat dibanding kompetitor, namun, Dassault percaya, inovasi akan membuat Falcon 10X lebih unggul dan pada akhirnya diburu oleh pelanggan.

Di samping itu, keputusan Dassault membuat varian ultra long range pada seri Falcon juga bukan karena keinginan sendiri, melainkan dorongan dari klien.

“Kami sudah memiliki dua pesaing (di segmen ini) dan mereka adalah pesaing yang bagus. Yang ingin kami lakukan adalah tidak melakukan hal yang sama, dan memberikan nilai tambah dibandingkan dengan yang lain,” kata Carlos Brana, wakil presiden eksekutif pesawat sipil Dassault, seperti dikutip dari FlightGlobal.

Kabin Falcon 10XFoto: Dassault Aviation

Tak seperti Falcon 6X menggunakan mesin Pratt & Whitney Canada PW812D, Falcon 10X dibekali mesin Rolls-Royce Pearl 10X dengan kemampuan melesat maksimum nyaris Mach 1. Pesawat juga dibekali fitur yang sudah ada di seri Falcon sebelumnya; perform safe approaches, yang memungkinkan pesawat mendarat di bandara-bandara kecil, terpencil, dan runway pendek.

Tetapi, hal spesial dari Falcon 10X tentu bukan kecepatan dan mampu mendarat di runway pendek, melainkan jangkauan terbangnya yang mencapai 13.900km atau 15 jam perjalanan dalam sekali isi bahan bakar, unggul sedikit dari Gulfstream G700 namun sebaliknya, kalah sedikit dibanding Global 7500 Bombardier.

Dengan kabin sepanjang 16m, lebar 2,77m, tinggi 2,03m, Falcon 10X mampu mengangkut hingga delapan penumpang dan empat kru.

Sadar perjalanan 15 jam tidaklah sebentar, Dassault Aviation berpikir keras untuk menghadirkan inovasi-inovasi unggulan, semata agar penumpang tidak bosan. Harapannya, penumpang eksekutif Falcon 10X, ketika keluar pesawat, seperti tidak merasa habis dari perjalanan jauh dan bisa langsung melanjutkan aktivitas bisnis mereka.

Kokpit Falcon 10X yang dilengkapi dengan fitur bawaan jet tempur Rafale. Foto: Dassault Aviation

Kabin Dassault Falcon 10X dibagi menjadi empat zona dengan dimensi yang sama dan tanpa sekat. Masing-masing zona bisa dibuat berbagai ruangan, seperti ruang tidur dengan kasur tipe queen, kamar mandi utama dengan shower, dan lain sebagainya.

Sistem filtrasi juga bakal meningkatkan pengalaman penumpang di kabin selama di ketinggian sekitar 41 ribu kaki. Pencahayaan juga oke dengan total 38 jendela dan 50 persen lebih besar dari jendela Falcon 8X. Menariknya, berbagai sistem hardware kabin bisa dikontrol melalui aplikasi di ponsel, seperti mengatur pencahayaan, dan lain sebagainya.

Baca juga: Dassault Falcon 20 – Sosok Jet Pribadi Unik di Halaman Depan Kantor GMF AeroAsia

Tak hanya itu, kokpit pesawat juga tak ketinggalan disematkan fitur. Kendati Falcon 10X memakai dua mesin, tapi dengan satu tuas Smart Throttle, itu mampu mengontrol dua mesin sekaligus untuk reverse thrust dan airbrake controls. Dengan begitu, beban kerja pilot jadi lebih minim.

Fitur baru sistem kontrol penerbangan digital (DFCS) yang diadopsi dari jet tempur Rafale, dikombinasikan dengan sidesticks fly-by-wire, juga bakal menambah pengalaman terbang pilot. Sistem digital checklist ala Rafale juga hadir di kokpit Falcon 10X. Panel overhead, head-up display-based FalconEye, layar sentuh, upgrade autothrottle dan autopilot dan berbagai fitur lainnya juga melengkapi sederet fitur baru di kokpit Falcon 10X.

Leave a Reply