De Havilland Comet, Inilah Pesawat Jet Komersial Pertama di Dunia

0
De Havilland Comet. Sumber: Wikipedia

Melihat perkembangan sektor aviasi global yang dewasa ini sudah semakin trengginas termakan teknologi, tidak ada salahnya jika kali ini Anda semua diajak untuk meniti balik awal perkembangan si burung besi – terutama di sektor penerbangan penumpang. Mungkin beberapa dari Anda tidak asing lagi dengan satu merk pesawat, De Havilland. Ya, manufaktur kedirgantaraan asal Inggris yang berdiri pada akhir tahun 1920 ini ternyata menyumbang peran besar di sektor aviasi global. Tahukah Anda apa peran dari De Havilland ini?

Baca Juga: Pesawat Twin Otter, Si Kecil Bandel yang Lincah Meliuk di Daerah Pegunungan

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adalah De Havilland Comet,  pesawat jet komersial pertama di dunia. Di bawah pengawasan salah satu desainer dari De Havilland, Ronald Eric Bishop, pesawat ini sendiri mulai dirancang pada tahun 1946. Perancangan ini sebenarnya merupakan salah satu mimpi liar dari Ronald, dimana ia ingin menerbangkan pesawat komersial pada tahun 1952.

Singkat cerita, pesawat yang kelak bernama De Havilland DH 106 Comet ini melakukan penerbangan perdana dalam sebuah uji coba pada 27 Juli 1949. Tiga tahun berselang, tepatnya pada 2 Mei 1952, DH 106 Comet ini diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya, dengan menggunakan livery British Overseas Airways Corporation (BOAC) atau yang kini sudah berganti nama menjadi British Airways.

Satu hal yang membedakan De Havilland Comet ini dengan pesawat lainnya adalah penggunaan empat mesin turbojet de Havilland Ghost 50 Mk1 yang terletak di bagian bawah sayap. Ketika dipasarkan, sontak pesawat ini menjelma menjadi sebuah game-changer yang membawa dampak positif ke sektor aviasi internasional. Hal ini terbukti dari jumlah pesanan yang masuk di tahun pertamanya (kurang lebih 50 unit), dengan total penumpang yang diangkut mencapai angka 30.000.

Namun agaknya langkah perusahaan untuk terus mengembangkan dan memasarkan DH 106 Comet harus terjegal manakala pada 2 Mei 1953 sebuah pesawat Comet hancur tak lama berselang setelah lepas landas dari Kalkuta. Tidak berhenti sampai di situ, pada bulan Januari dan April 1954 pun dua pesawat Comet hancur tanpa penyebab yang jelas.

Namun setelah diselidiki, ternyata yang menyebabkan hancurnya pesawat-pesawat De Havilland Comet ini adalah karena kelelahan pada logam (metal fatigue), dan sejak ditemukan penyebab kecelakaan, De Havilland kembali berbenah untuk mengatasi masalah-masalah yang mungkin terjadi di masa depan – tidak terkecuali metal fatigue tersebut.

Baca Juga: Harbour Air Uji Coba Pesawat Terbang Listrik Selama Lima Menit

Perkembangan demi perkembangan dilakukan oleh perusahaan agar bisa mempertahankan De Havilland Comet di udara, termasuk dengan cara merilis varian terbaru dari pesawat terkait. Tercatat, ada empat jenis pesawat Comet yang pernah mengudara, tentu saja dengan spesifikasi yang berbeda – namun tidak terlalu jauh.

Namun pada akhirnya, De Havilland Comet harus menyerah pada keadaan dan sah keluar dari penerbangan komersial pada 14 Maret 1997. Hingga pada akhir masa pengoperasiannya, tercatat ada 114 unit pesawat – termasuk satu diantaranya adalah prototipe. Adapun pengguna aktif dari pesawat jenis ini adalah BOAC, British European Airways, Dan-Air, dan Royal Air Force.

Leave a Reply