Delta Airlines dan JetBlue Gunakan Mesin Pemindai Wajah di Bandara

Mesin Chek in dan Bag Tag

Delta Airlines dan JetBlue, adalah dua maskapai asal AS yang dikabarkan akan menggunakan mesin pendeteksi wajah untuk memeriksa identitas dan bagasi yang dibawa oleh penumpang. Penggunaan mesin pendeteksi wajah ini digunakan di Boston dan Minneapolis. Dengan terobosan ini, boleh jadi kedepan alat pendeteksi wajah pada paspor dan boarding pass tidak akan digunakan lagi.

Baca juga: Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality 

Dilansir KabarPenumpang.com dari cnbc.com (16/6/2017), Delta Airlines minggu ini meluncurkan program pendeteksi wajah di St Paul, Minneapolis. Nantinya penumpang-penumpang tersebut akan memeriksakan tas mereka melalui booth otomatis dengan aplikasi pengenal wajah untuk mengidentifikasi penumpang. Sementara itu, JetBlue menggunakannya pada beberapa penerbangan di Boston, dimana identitas penumpang dikonfirmasi oleh sistem pengenalan wajah sebelum penumpang naik ke pesawat.

“Kami melihat masa depan, dimana wajah Anda adalah tanda pengenal yakni laksana paspor yang digunakan dalam perjalanan. Dengan ini, saat di bandara dan melakukan pengecekan, maka wajah Anda yang akan menjadi kunci pemeriksaan identitas Anda, wajah Anda memungkinkan melewati pos pemeriksaan oleh TSA (Transportation Security Administration) hingga akhirnya naik dalam sebuah penerbangan,” ujar JetBlue executive vice president, customer experience, Joanna Geraghty.

Mesin pemindai wajah di Shchipol Airport (Panorama Magazine)

Sebenarnya, tujuan menggunakan pengenal wajah (facial recognition) adalah untuk mengantarkan penumpang melalui bandara lebih cepat dengan membuatnya lebih mudah. Untuk maskapai penerbangan, dengan adanya pemindaian wajah memiliki manfaat tambahan, yakni membebaskan para penjaga loket untuk lebih fokus pada penumpang yang membutuhkan perhatian seperti orang tua dan penyandang disabilitas.

Baca juga: Quintiq Siap Otomatisasi Bandara Internasional Dubai

“Ini membebaskan personil yang kita miliki, untuk dapat menangani pelanggan saat mereka benar-benar membutuhkan,” kata  senior vice president of airport customer service at Delta, Gareth Joyce. Lantas bagaimana cara alat pemindai wajah ini bekerja? Di hub Delta tepatnya di Twin Cities, penumpang melayani dirinya sendiri untuk melakukan check in, dan mendapatkan tanda bagasi dan tanda untuk tas. Selain itu penumpang juga membawa tas untuk di cek, memindai boarding pass dan penumpang melihat ke layar untuk mengonfirmasi identitas mereka. Nantinya jika semua sesuai, tas akan di masukkan pada tempat barang yang akan dibawa masuk ke dalam sistem bagasi bandara, kemudian penumpang berjalan ke arah pemeriksaan keamanan.

Baca juga: Tourist Information Center, Mudahkan Wisman saat tiba di Bandara Soetta

Untuk penumpang JetBlue menuju Aruba, sistem pengenalan wajah bisa digunakan di gerbang tempat menaiki pesawat. Bukannya menunjukkan paspor dan boarding pass, justru penumpang berdiri di depan layar pemindai wajah yang mengonfirmasi identitas mereka yang sudah siap naik ke pesawat. Hebatnya lagi, hanya dalam hitungan beberapa detik, sistem pemindai wajah langsung terkoneksi dengan database pabean dan patroli perbatasan untuk melihat wajahya sesuai tidak dengan yang ada di paspor.

Menurut pengakuan penumpang yang sudah menggunakan sistem pemindai wajah ini, pengoperasiannya lebih cepat dan mudah. “Rasanya cukup keren. Saya tidak tahu itu akan semudah itu,” kata Rebecca Mechinsky. “Saya hanya berdiri di sana, mengambil fotoku dan saya baik untuk pergi,” kata Diane Abraham penumpang lainnya. “Sepertinya akan sedikit lambat. Saya tidak tahu apakah perlu dipoles atau tidak, tapi saat ini saya menyukainya, saya pikir itu ide yang bagus,” kata Joe Gugliotta.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

JetBlue mengatakan bahwa sistem pengenal wajahnya membutuhkan waktu kurang dari lima detik untuk memproses dan ‘menyetujui’ data setiap penumpang, kira-kira sama dengan metode tradisional agen gerbang yang melihat paspor dan tiket untuk memastikannya sesuai. Rencananya, sistem pemindai wajah akan diterapkan di beberapa bandara lain di AS. Sementara bagi maskapai penerbangan saat ini menjadi momen penting untuk melakukan serangkaian uji coba dan persiapan.