Dengan Kocek Kurang dari Rp500 Juta, Nenek 78 Tahun Sulap Boeing 727 Jadi ‘Little Trump’

0
Jo Ann Ussery tengah berendam di hot-tub yang ditempatkan di bagian kokpit. Foto: Getty Images via Mirror

Menikmati hari tua di tempat yang asri, dekat dengan alam, dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan mungkin menjadi impian semua orang; tak terkecuali dengan Jo Ann Ussery, nenek 78 tahun asal Benoit, Mississippi, Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Bombardier Q Series Disulap Jadi Rumah Minimalis Seharga Rp500 Jutaan

Sejak tahun 1994 silam, hair stylist profesional ini telah mengubah pesawat tua Boeing 727 bekas Continental Airlines yang sudah pensiun usai mengudara mulai Mei 1968 hingga September 1993 dan menempatkannya di sebelah danau di Mississippi.

Dikutip dari mirror.co.uk, ide untuk mengubah Boeing 727 menjadi sebuah huniah idaman sebetulnya diawali dengan musibah yang menimpa Jo Ann. Saat itu, rumahnya hancur diterjang badai es. Menyikapi hal itu, sang kakak ipar, Bob Farrow, yang bekerja sebagai air traffic control di bandara sekitar, menyarankan agar Jo Ann membeli pesawat tersebut seharga US$2.000 atau Rp29 juta (kurs Rp15.012) untuk diubah menjadi hunian idaman.

Setelah pesawat berpindah tangan, bermodal sekitar US$30.000 atau Rp446 juta (kurs 15.012), ia pun mulai menyulapnya menjadi hunian idaman hari tua dengan berbagai fasilitas layaknya rumah pada umumnya, seperti penghangat ruangan, listrik, tiga kamar tidur, lounge, dapur, tempat cuci baju, tempat cucian piring, pendingin ruangan, oven, mesin cuci, hot-tub, dan sejumlah fasilitas lainnya.

Jo Ann Ussery saat tengah menikmati suasana di sekitar tempat ‘Little Trump’ miliknya berada. Foto: Getty Images via Mirror

Dengan segudang fasilitas dan penempatan unik dengan separuh bagian melayang di atas danau serta dikelilingi hutan kota, tak heran bila rekan dan keluarga Jo Ann banyak yang tak tahan untuk terus mengunjungi rumah berjuluk ‘Little Trump’ ini.

“Cucu-cucu saya suka berlari-lari dan teman-teman saya suka pesta di sini. Tetapi tidak ada pramugari yang melayani minuman mereka,” kata Jo Ann.

Meskipun disulap sedemikian rupa, namun, bukan berarti pesawat sepanjang 42 meter itu seluruhnya dikerjakan oleh kontraktor. Disebutkan, untuk urusan instalasi listrik, pemanas, dan pendingin ruangan Little Trump diakui Ann memang dikerjakan oleh kontraktor. Tetapi, untuk urusan penataan dan furniture yang digunakan, Ann mengaturnya sendiri.

Selain itu, untuk menciptakan nuansa pesawat, beberapa bagian seperti kamar mandi, jendela, livery pesawat, pintu pesawat, dan kompartemen kabin masih dipertahankan Jo Ann.

Baca juga: Spruce Creek, Hunian yang Bikin Pesawat Mondar-mandir di Jalan Raya Bak Mobil

Meskipun sudah memiliki rumah idaman yang tak banyak dimiliki oleh orang lain, Jo Ann mengaku masih memiliki cita-cita lain, yakni mengubah Boeing 747 menjadi rumah idaman lainnya di masa mendatang. Hal itu dikarenakan pesawat tersebut memiliki dua lantai, sehingga memungkinkan desain lantai kedua khusus untuk kamar tidur atau ruang pribadi dan bagian lainnya di lantai pertama disulap menjadi berbagai fasilitas mewah, lengkap, dan nyaman.

Di samping itu, ia juga memiliki cita-cita untuk membuka huniannya untuk publik. Namun, nampaknya itu hanyalah sebuah cita-cita yang tak akan pernah bisa dicapai. Sebab, beberapa tahun setelah rumah impiannya itu tercapai, rumah pesawat tersebut dilaporkan jatuh dan mengalami sejumlah kerusakan pada Mei 1999 saat hendak ingin dipindahkan ke bagian lain di Amerika.

Leave a Reply