Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Umumkan Langkah Keamanan Penerbangan Baru

0

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Department of Homeland Security (DHS) Amerika Serikat pada rabu (28/6/2017) mengumumkan langkah-langkah terkait kemananan penerbangan global yang menuju wilayah Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris DHS John Kelly dalam sambutannya kepada Center of New American Security

Baca juga: Bandara Abu Dhabi Cabut Larangan Elektronik Masuk Amerika Serikat

Dia mengatakan, dalam tindakan langkah-langkah keamanan ini akan ada yang terlihat dan tidak, kemudian akan bertahap dari waktu ke waktu. Hal ini sebenarnya seperti yang sudah diperkirakan oleh para pemilik industri penerbangan dimana kepala DHS pernah mengatakan tindakan tersebut akan mencakup pengawasan yang lebih besar pada penumpang yang memasuki Amerika Serikat.

Dengan perbaikan skrining perangkat elektronik, penyebaran alat yang lebih baik lagi untuk mendeteksi bahan peledak. Dia juga mengatakan bahwa departemen yang berada di bawah naungannya tersebut akan mendorong lebih banyak bandara untuk menjadi lokasi sebelum adanya izin masuk.

Baca juga: Tangkal Terorisme, Larangan Bawa Laptop ke Dalam Kabin Dipandang Tak Efektif

Kelly mengatakan, jika bandara serta maskapai tersebut menolak untuk mengikuti langkah-langkah keamanan baru ini, ini termasuk dengan laptop yang berada dalam larangan dan dilarang untuk masuk dalam pengoperasian penerbangan langsung ke Amerka Serikat. Pihaknya juga menjelaskan langkah ini adalah salah satu cara untuk mengatasi ancaman yang di kemukakan pihak intelijen sehingga melakukan pelarangan laptop secara besar-besaran dan terang-terangan.

“Ancaman tidak berkurang. Sebenarnya saya khawatir bahwa kita melihat minat baru dari kelompok-kelompok teroris yang mengejar sektor penerbangan,” ujar Kelly dalam pidatonya, dikutip KabarPenumpang.com dari wgntv.com (28/6/2017), ini disampaikan oleh

Baca juga: Tanggapi Pelarangan Gadget di Kabin, Emirates Airlines Buat Iklan Lucu di YouTube

Selain untuk lebih memperketat keamaanan, adanya langkah-langkah ini juga untuk membuat para teroris tersebut seperti ‘mati langkah’ agar tidak berhasil masuk ke Amerika Serikat membawa ancaman yang besar. Dalam pengumumuan langkah-langkah keamanan ini, DHS tidak merinci semua persyaratan terbaru tersebut untuk alasan kemanan. Adanya tindakan ini, salah seorang pejabat di DHS mengatakan bahwa tindakan ini adalah perintah agar maskapai penerbangan mengikuti aturan tersbut. Sebab DHS tidak memiliki yuridiksi atas bandara asing, tetapi memliki yuridiksi atas maskapai yang memiliki penerbangan langsung ke Amerika Serikat.

Pada awalnya, Kellly mengatakan ada sepuluh bandara yang dilarang untuk para penumpangnya membawa laptop dalam kabin pesawat. Selain itu DHS sendiri tidak memberikan tanggal yang jelas kapan tindakan terbaru ini akan mulai berlaku dan mengatakan bahwa ini semua diserahkan kepada perusahaan penerbangan untuk menentukan sendiri seberapa cepat mereka bisa melakukannya.

Leave a Reply