Deutsche Bahn Luncurkan Bus Otonom di 2018

Sumber: ibnlive.in

Perusahaan kereta milik Negeri Bavaria, Deutsche Bahn diketahui baru saja meluncurkan bus otonom yang akan membawa penumpang menuju stasiun kereta. Bus otonom ini menjadi penting karena ini merupakan yang pertama dalam sejarah perkeretaapian Jerman. Layaknya perusahaan penyedia layanan jasa lainnnya, tujuan utama dari pengadaan bus otonom ini adalah dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya. Selain itu, pengalaman para penggunanya juga akan meningkat seiring kehadiran bus ini.

Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman thenational.ae (26/10/2017), bus ini masih belum beroperasi karena hingga saat ini masih dilakukan serangkaian uji coba untuk memantapkan moda ini kelak. Adapun lokasi uji coba moda ini adalah di Bad Birnbach, sebuah perbukitan di sebelah tenggara Jerman, tidak jauh dari perbatasan Ceko dan Austria.

Salah seorang juru bicara dari Deutsche Bahn mengatakan, bahwa bus mahakarya startup asal Perancis, EasyMile ini dapat mengangkut 12 orang dan akan menghubungkan pemandian, pusat kota, dan stasiun secara cuma-cuma alias gratis. “Kami baru saja memasukkan unsur otonom ke era baru transportasi,” tutur bos Deutsche Bahn, Richard Lutz.

Diketahui, operator kereta api ini juga telah meluncurkan anak perusahaannya, Ioki yang khusus dihadirkan untuk menguji moda transportasi masa depan tersebut, dengan fokus utama pada mobilitas bertenaga listrik.

Rencananya, bus ini akan mulai beroperasi pada tahun 2018 mendatang di jalur uji coba di beberapa kota di Jerman, termasuk kota terbesar kedua di sana, Hamburg. Deutsche Bahn berharap, bus ini dapat beroperasi layaknya layanan transportasi umum lainnya, dimana mereka bisa menjemut penumpang di rumah sesuai dengan permintaan dan membawanya ke stasiun di masa yang akan datang. Lebih lanjut, Deutsche Bahn juga berharap layanan bus otonomnya ini bisa mengambil penumpang di sepanjang jalan yang memiliki tujuan yang sama, seperti angkutan kota yang ada di Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, Jerman bukanlah satu-satunya negara yang mengoperasikan bus otonom. Sebut saja sejumlah kota di Amerika, Asia, dan Eropa – termasuk Paris, Lyon, Las Vegas, dan Dubai sudah mulai bereksperimen dengan bus otonom semacam ini, walapun dalam skala yang kecil. Mereka semua melengkapi kendaraan di jalanan dengan moda transportasi otonom.

Baca Juga: Tekan Angka Kecelakaan, London Uji Coba Sistem Rem Otonom Pada Bus Umum

Lalu, ketika beberapa negara sudah mengaplikasikan moda otonom , kapan Indonesia bisa menerapkan hal serupa? Di sini bisa kita lihat, ketika Bus TransJakarta yang memiliki jalurnya sendiri untuk beroperasi dan masih sangat banyak pengguna jalan yang akhirnya lebih memilih untuk menggunakan jalur khusus tersebut. Sebuah ironi memang ketika pemerintah yang berusaha untuk mengentaskan kemacetan, namun masih saja disalahgunakan oleh banyak pihak. Padahal pelanggar inilah yang biasanya paling vokal menyuarakan bahwa Ibu Kota butuh sebuah inovasi yang bisa mengurai masalah kemacetan tersebut.

Dengan kata lain, Indonesia khususnya Jakarta masih belum mampu untuk mengoperasikan moda otonom, mengingat capability para pengguna jalan sendiri yang mesti diubah.