Di 2017 PT ASDP Canangkan Penambahan Layanan E-Ticketing dan Dermaga

BUMN PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) punya peran strategis dalam mendukung transportasi nasional, dan untuk melebarkan lini usahanya di tahun ini, beberapa langkah segera diimplementasi dalam waktu dekat, diantaranya penambahan trip, penambahan kapal, peningkatan produktivitas kapal (ritase), penambahan dermaga, sampai penambahan sistem electronic ticketing yang sejak setahun terakhir telah berjalan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Untuk penambahan trip, PT ASDP malahan sudah menggelar Long distance ferry (LDF) merupakan penyeberangan jarak jauh menggunakan kapal feri pada rute Surabaya-Lembar yang dimulai pada Desember 2016. “PT ASDP akan melakukan reformulasi fondasi bisnis dan akselerasi komersil seperti penambahan trip, penambahan kapal, peningkatan produktivitas kapal (ritase) dan penambahan dermaga,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Christine Hutabarat, dikutip dari detik.com (23/1/2017).

Lebih lanjut Christine menyebut bahwa program LDF juga bertujuan mendukung logistik, dan pengembangan pelabuhan yang mendukung sektor pariwisata. Per 7 Desember 2016 PT ASDP telah meluncurkan kapal penumpang jenis “roll on – roll off” (roro) rute Surabaya (Jawa Timur) – Lombok (NTB), sebagai bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam menekan biaya distribusi logistik.

Sementara untuk e-ticketing, PT ASDP menggandeng mitra kerja PT Mata Pensil Globalindo dalam implementasi layanan yang telah berlangsung mulai November 2015. Penerapan e-ticketing selain mampu meningkatkan kinerja laba perusahaan, juga turut menambah kenyamanan transaksi bagi pengguna jasa. Dengan pola e-ticketing PT ASDP otomatis memiliki database manifes penumpang. Kedepan e-ticketing akan segera diterapkan di pelabuhan selain Merak dan Bakauheni.

Kesemua rencana kerja PT ASDP tercatat dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). Mengenai kinerja keuangan, ASDP berhasil merealisasikan laba bersih pada 2016 sebesar Rp 228 miliar dari pendapatan Rp 2,35 triliun. Hanya saja, angka tersebut masih prognosa atau angka proyeksi. Angka prognosa tersebut lebih tinggi sedikit jika dibandingkan dengan realisasi perusahaan di 2015. Untuk target di 2017 sesuai rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2017 ditargetkan untuk pendapatan sebesar Rp 2,612 triliun dengan laba bersih Rp 253 miliar.”RKAP 2017, pendapatan Rp2,612 triliun, laba bersih Rp 253 miliar,” ungkap Christine.