Di 2019, Cina Siap Operasikan Bandara Internasional Terbesar di Dunia!

Sumber: elsewhere.nine.com.au

Dua tahun lagi, Cina akan memiliki sebuah bandara baru yang digadang bakal menjadi bandara terbesar di dunia, mengalahkan Raja Fahd International Airport yang ada di Arab Saudi. Jika tidak aral melintang, para pelancong dapat menikmati kemegahan bandara ini pada tahun 2019 mendatang. Walaupun bandara ini akan memegang predikat sebagai bandara terbesar di dunia, namun kesibukan yang diprediksi oleh pihak pengelola tidak melebihi dari bandara tersibuk di dunia yang dipegang oleh Hartsfield-Jackson International Airport di Atlanta.

Baca Juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk

Sebagaimana berita yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com, Kamis (29/6/2017) Bandara yang terletak di selatan Daxing, Beijing ini akan menjadi markas dari dua maskapai terkemuka asal Negeri Tirai Bambu, yaitu China Southern Airlines dan China Eastern Airlines. Tidak hanya itu, bandara ini juga rencananya akan menjadi bandara penghubung baru di kawasan Asia.

Melihat dari luas lahan bandara ini yang mencapai 700 ribu meter persegi, pemerintah Cina berharap kehadiran bandara ini dapat membantu operasional dari bandara tersibuk kedua di dunia yang juga terletak di Cina, Capital International Airport. Harapan pemerintah Cina tersebut dilandaskan pada Capital International Airport yang terlihat sudah mulai kewalahan melayani penumpangnya. “Kekhawatiran kami bukan pada kapasitas penumpang yang akan ditampung oleh bandara ini, tapi apakah kami bisa memberikan pelayanan yang memuaskan pada para penumpang,” ujar Jia Zhiguo, asisten manajer pada proyek konstruksi bandara ini.

Baca Juga: Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan

Jika diperhatikan, ada yang unik dari bandara yang terletak 46 km dari pusat kota Beijing ini, yakni bentuknya yang menyerupai sebuah bintang. Bangunan terminal bandara ini merupakan hasil kolaborasi apik antara ADPI dan Zaha Hadid yang dikenal sebagai peraih penghargaan arsitektur paling bergengsi di Inggris, The Stirling Prize, pada tahun 2010 dan 2011 silam.

Kolaborasi yang dilakukan oleh keduanya dalam merancang bandara ini akan menghadirkan sebuah bandara yang serba lapang dan penuh dengan tumbuhan hijau. “Bandara ini akan dibangun dengan filosofi tradisional Cina yang saling berhubungan, serba harmonis, seimbang, dan juga bernuansa cerah,” tulis kantor arsitek Zaha melalui keterangan resminya. Sementara untuk interior dan dekorasi bandara dirancang oleh BuroHappold Engineering, kontraktor yang memenangkan tender dari pemerintah Cina.

Baca Juga: Ini Dia! 9 Tipe Orang yang Biasa Kita Temui di Bandara

Sehubungan dengan letak bandara yang jauh dari pusat kota Beijing, National Aeronautical Charting Office (NACO), sebuah konsultan bandara juga turut menghadirkan beberapa transportasi darat yang akan menghubungkan akses “dunia luar” dengan bandara ini. Sebut saja kereta metro, jalan bebas hambatan, bus bandara Beijing, bus lokal serta sistem transportasi antar bandara akan turut mengambil andil dalam pengoperasian bandara ini kelak. Bahkan, baru-baru ini Dewan Perwakilan Rakyat RRC mengatakan akan turut menghadirkan sebuah kereta cepat yang memudahkan akses kepada para pengunjung bandara yang nilai proyek pembangunannya mencapai US$12 miliar.