Di balik Peristiwa 11 September 2001, Cincin Pramugari American Airlines Ditemukan Utuh

0
Cincin pramugari American Airlines Flight 11 korban peristiwa 11 September 2001, Sara Low, ditemukan di sekitar lokasi reruntuhan gedung WTC dan disimpan dengan baik oleh keluarganya. Foto: nwahomepage.com

Peristiwa 11 September tahun 2001 atau biasa juga disebut Tragedi 11 September meninggalkan banyak kisah. Salah satunya melibatkan pramugari American Airlines, Sara Low.

Baca juga: Sisi Lain Tragedi 11 September, Ribuan Penumpang dari Eropa Terdampar di Newfoundland

Meski pesawat yang ditumpanginya hancur lebur bersama dengan runtuhnya gedung World Trade Center, namun ajaib, cincin yang dikenakannya ditemukan utuh. Sedangkan jasadnya tak lagi bisa dikenali dan entah berjarak berapa meter dari tempat ditemukannya cincin tersebut.

September menjadi bulan yang kelabu bagi masyarakat dunia, khususnya publik Amerika Serikat (AS). Di bulan ini, setidaknya nyaris 3.000 orang tewas dan lebih dari 6.000 orang lainnya menderita luka-luka setelah pembajakan empat pesawat terjadi pada 11 September 2001 (9/11).

Ketika itu, teroris dari kelompok Al Qaeda, mengarahkan pesawat Boeing 767-223ER American Airlines Flight 11 ke Menara Utara World Trade Center dan menabrakkannya dengan sengaja pada pukul 08.46 waktu setempat.

Lalu pada pukul 09.03 waktu setempat, pesawat Boeing 767-222 yang dioperasikan oleh maskapai United Airlines Flight 175 menabrak Menara Selatan World Trade Center. Keseluruhan penumpang, awak kabin, dan teroris yang melakukan aksi sadis ini tewas seketika.

Tidak berhenti sampai di situ, masih ada dua pesawat lagi; Boeing 757-223 yang dioperasikan oleh maskapai American Airlines flight 77 menabrak ke Pentagon dan menewaskan 64 orang yang ada di dalam pesawat (termasuk awak pesawat, penumpang, dan teroris) serta 125 karyawan di Pentagon.

Sisanya yaitu Boeing 757-222 United Airlines Flight 93 dikabarkan akan menabrakkan diri ke U.S. Capitol Building. Namun, karena kegigihan penumpang dalam mencegah terorisme, pembajakan pesawat dalam peristiwa 11 September 2001 ini gagal menghancurkan target.

Meski begitu, pesawat Boeing 757 United Airlines Flight 93 jatuh di dekat Diamond T. Mine, sebuah tambang batu bara yang terletak di Stonycreek Township, Somerset County, Pennsylvania dan menewaskan keseluruhan 44 orang yang berada di dalam penerbangan nahas tersebut.

Dari keempat pembajakan pesawat tersebut, Sara Low berada di pesawat Boeing 767-223ER American Airlines Flight 11. Dari kesaksian sang kakak, Alyson, seperti dikutip dari fox2now.com, Sara Low sebetulnya bisa saja terhindar dari maut. Tetapi, saat itu ia baru saja pindah ke sebuah apartemen di daerah Beacon Hill, Boston, AS.

Sara Low

Karena kebutuhan meningkat, seperti untuk membayar sewa dan kehidupan sehari-hari, ia pun mengambil berbagai schedule tambahan, salah satunya Flight 11 di tanggal 11 September 2001. Dalam penerbangan tersebut, Sara ditugaskan di kelas bisnis, tempat dimana tiga dari lima teoris Al Qaeda berada.

Awalnya, Sara diyakini tidak berada dalam penerbangan tersebut. Tetapi, FBI kemudian menghampiri pihak keluarga dan memberikan bukti-bukti bahwa Sara ada dalam penerbangan tersebut.

Baca juga: Lolos dari Maut dalam Peristiwa 9/11, Pramugara ini Dorong Troli Setara Jarak Jakarta-Pekalongan

Salah satu buktinya datang dari nomor kartu panggil keluarga yang digunakan rekan pramugari Sara, Amy, untuk menghubungi petugas di darat terkait pembajakan di pesawat.

Sara Low akhirnya dipastikan ada dalam penerbangan tersebut dari manifes kru. Selain itu, cincin yang diikat di kalungnya ditemukan di lokasi reruntuhan gedung WTC, sekalipun jasadnya tak berhasil diidentifikasi.