Di Tengah Hembusan Angin Laut Selatan, Proving Flight Berlangsung Sukses di Bandara Internasional Yogyakarta

0

Meski urung diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April lalu, namun Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) akan memulai operasionalnya pada 6 Mei mendatang, persisnya Citilink akan memulai penerbangan perdana dengan membawa penumpang ke bandara yang berlokasi di wilayah Kulon Progo tersebut. Sebelum meyakinkan penerbangan komersial, serangkaian uji coba pendaratan dan lepas landas telah dilakukan, termasuk penerbangan perdana untuk kalibarasi landasan dengan pesawat Beechcraft 200 pada 20 April kemarin.

Baca Juga: NYIA Kulon Progo Beroperasi Pertengahan 2019, Inilah Kesiapan Kereta Bandaranya

Rangkaian uji coba pada landasan baru disebut sebagai proving flight, dan untuk Bandara Internasional Yogyakarta uniknya ada beberapa kali pembatalan uji setelah pendaratan Beechcraft. Pembatalan proving flight di bandara berkode ICAO – WAHI ini ini tidak hanya berlangsung satu kali.

Pada tanggal 26 April kemarin, flag carrier Garuda Indonesia direncanakan untuk melakukan proving flight, namun gagal. Lalu keesokan harinya, anak perusahaan dari Garuda Indonesia, Citilink juga terpaksa diurungkan. Belum lagi pesawat Boeing 737-400 milik TNI-AU yang dijadwalkan melakukan proving flight dari Bandara Kulon Progo yang juga batal.

Alih-alih dikarenakan masalah kelaikan landas pacu atau masalah teknis lainnya, ternyata salah satu sumber internal dari Angkasa Pura II mengatakan bahwa pembatalan sejumlah proving flight di atas merupakan dampak dari batalnya Presiden Joko Widodo yang hendak menjajal bandara baru ini. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dikabarkan akan bertolak menuju Bandara Internasional Yogyakarta pada tanggal 29 April. Namun jadwal tersebut terpaksa diurungkan keesokan harinya setelah mendapat kabar dari pihak Kepresidenan.

Pada akhirnya Kamis, 2 Mei 2019 kemarin, Citilink Indonesia dengan nomor penerbangan QG-3361 berhasil mendaratkan Airbus A320 milik mereka di landas pacu Bandara Internasional Yogyakarta sekira pukul 12.10 WIB setelah melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menurut Kapten Agus Setiono yang menjadi penanggung jawab penerbangan Citilink tersebut, Bandara Kulon Progo sudah memenuhi syarat, walaupun terpaan angin dari arah laut masih cukup terasa.

“Kondisi landasan bagus, permukaannya standar internasional. Semuanya kita coba, pendaratan mulus, dibandingkan Adisutjipto landasan YIA lebih panjang, tadi separuh runway sudah berhenti,” ujar Kapten Agus. “Angin dari arah laut selatan terasa, tapi tidak besar, tidak masalah,” sambungnya. Lokasi runway Bandara YIA memang tak jauh dari bibir pantai laut selatan.

Baca Juga: Bandara Internasional Yogyakarta Mulai Beroperasi, Citilink Jadi Maskapai Pertama?

Nah, berbicara soal proving flight yang sedari tadi dibicarakan, sebenarnya merupakan proses uji operasional guna memastikan kesiapan maskapai untuk mengoperasikan sebuah rute penerbangan baru – dalam hal ini, berkaitan dengan pengoperasian bandara baru. Uji operasional ini juga mencakup proses kalibrasi yang nantinya akan menunjang proses pengoperasian.

Proving flight yang dilakukan oleh Citilink pada tanggal 2 Mei kemarin tidak hanya menjadi sebuah pencapaian besar dari segi kelaikan landas pacu dan sejumlah infrastruktur lainnya saja, melainkan satu hal yang tidak kalah prestisius dari penerbangan ini adalah Citilink dengan Airbus A320-nya ini menjadi pesawat jet pertama yang landing dan take off dari bandara yang punya runway sepanjang 3.250 meter ini.

Leave a Reply