Thursday, June 30, 2022
HomeAnalisa AngkutanDiamuk Putin, Cina Akhirnya Tegas Bantu Rusia Lawan Barat, Kirim Pasokan Suku...

Diamuk Putin, Cina Akhirnya Tegas Bantu Rusia Lawan Barat, Kirim Pasokan Suku Cadang Pesawat

Cina akhirnya tegas membantu Rusia dalam menghadapi sanski Barat, dalam hal ini terkait sektor dirgantara. Melalui Duta Besar Cina untuk Rusia, Zhang Hanui, Cina mengaku siap memasok suku cadang ke Federasi Rusia.

Baca juga: Cina Larang Pesawat Boeing-Airbus dari Maskapai Rusia Masuki Wilayahnya, Gegara Putin Tewas?

Sebelumnya, Cina mengambil sikap sangat hati-hati untuk membantu Rusia yang terus tertekan akibat sanksi. Selain melarang masuk pesawat-pesawat yang memiliki registrasi ganda, yang itu berarti seluruh pesawat maskapai Rusia termasuk di dalamnya, Cina juga menolak menyuplai suku cadang pesawat lantaran khawatir turut menjadi sasaran sanksi aliansi Barat.

Sikap Cina tersebut, termasuk sikap lainnya, kemudian menyulut emosi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden yang juga mantan intelijen KGB era Uni Soviet itu dilaporkan melontarkan kata-kata kasar yang memaki Presiden China Xi Jinping. Hal ini disebut-sebut dilakukan Putin karena tidak optimalnya Beijing dalam membantu Rusia yang saat ini terkena sanksi ekonomi Barat.

“Kami siap memasok suku cadang ke Federasi Rusia. Kami akan mengatur kerja sama seperti itu,” katanya.

“Tidak akan ada batasan dari pihak Tiongkok (soal suplai suku cadang pesawat),” jelasnya kepada kantor berita TASS pada 17 Juni lalu.

Tak lama setelah perang Rusia-Ukraina meletus pada 24 Februari lalu, Airbus dan Boeing mulai menghentikan pasokan suku cadang, menangguhkan perawatan, dan dukungan teknis untuk seluruh armada mereka yang dioperasikan maskapai-maskapai Rusia, sebagai bagian sanksi AS dan Eropa menyikap invasi Rusia ke Ukraina.

Laporan The Guardian, sebanyak 332 pesawat Boeing dan 304 Airbus saat ini terdaftar dalam barisan armada maskapai-maskapai Rusia.

Meski pasokan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis untuk semua pesawat tersebut untuk sementara waktu di-stop Airbus-Boeing, namun, beberapa analis menduga itu tidak akan berdampak pada operasional maskapai dalam waktu dekat. Tentu dengan catatan, tidak ada kerusakan yang berarti.

Andaipun ada kerusakan ataupun sudah habis masa pakai sebuah suku cadang, maskapai bisa saja melakukan tambal sulam atau kanibal dengan suku cadang atau komponen pesawat lain.

Meski begitu, mengkanibal suku cadang hanya bisa dilakukan untuk jangka pendek. Dalam jangka panjang, mengkanibal suku cadang harus dihindari. Karenanya, Rusia tetap membutuhkan pasokan suku cadang dari negara lain dan ini disambut Cina.

Usai komitmen Cina memasok suku cadang pesawat Rusia, Wakil Perdana Menteri Rusia, Yuri Borisov, memastikan seluruh pesawat Boeing dan Airbus di Rusia akan terus beroperasi dengan aman sampai lima tahun mendatang.

Baca juga: Masih Disanksi, Maskapai Rusia Mulai Mengkanibal Pesawat Barat

“Ada masalah tentang pengoperasian yang aman dari pesawat ini selama periode ini. Saya pikir ada saluran impor paralel, dan mungkin industri Rusia juga akan dapat mereproduksi sesuatu. Tetapi tentu saja tidak akan dapat mereproduksi semuanya – kami tidak memiliki dokumentasi teknis maupun teknologi,” ujarnya.

“Jadi kita bisa sepakat bahwa ketika armada menurun, suku cadang akan dilepas, dan ini harus disediakan. Padahal hitung-hitungan Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa kita akan bisa hidup dengan pengoperasian armada ini selama lima tahun lagi,” tutupnya.
























RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru